Populerkan Kue Tradisional Indonesia





Dalam rangka memeriahkan hari jadi KADIN DKI Jakarta (Kamar Dagang dan Industri) ke-45, KADIN bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI) mengadakan lomba merangkai kue tradisional. Lomba ini diikuti oleh para anggota APEBI dan anggota kelompok binaan KADIN. Sebanyak lebih dari 20 peserta yang mayoritas pedagang kue subuh di Blok M Square ini menjajal kemampuan mereka untuk merangkai kue tradisional.

Beragam kue tradisional seperti kue mangkuk, kue talam, lemper, kue lapis, kue ku, cente manis, carabikang, dan dadar gulung dirangkai sedemikian rupa sehingga presentasinya menarik dan  dapat menambah nilai jual kue-kue tersebut. Acara ini mengundang beberapa juri yang berkompeten seperti Chris Hardijaya (ketua APEBI), Lucky Permana dari Indonesia Chef Associaton, Rika Eridani dari Majalah Pastry & Bakery, Haryanto Makmoer pakar bakery dan pastry, serta Nurjanah dari Kassudin Koperasi UMKM dan perdagangan Jakarta Selatan. Dengan kriteria penilaian juri meliputi kreativitas, keindahan, serta variasi kue yang dirangkaikan.

Menurut Chris Hardijaya ketua APEBI, untuk mengangkat harkat kue tradisional acara seperti ini harus diselenggarakan, “upaya untuk mendongkrak nilai jual kue tradisional harus terus dilakukan. Dengan cara meningkatkan penampilannya, nilai jual dan harkat kue tradisional dengan sendirinya akan terangkat,” jelas Chris. Selain itu aspek keamanan pangan juga perlu diperhatikan, Lucky menuturkan,”  aspek higienitas dalam merangkai kue, penggunaan bahan-bahan yang aman dalam membuat kue, serta menyiapkan wadah atau tempat yang higien untuk menata kue harus diperhatikan. Seperti misalnya tidak langsung menata kue diatas steorofoam tanpa menggunakan alas tambahan, gunakan saja daun pisang sebagai alas atau wadah alami.”
Ibu Anna Hukom dari Tassya Cake & Catering berhasil mengungguli lawannya, pulang dengan predikat juara 1 dan membawa piala bergilir dari KADIN DKI Jakarta, piagam, serta uang tabungan senilai 5 juta rupiah. @fb.yunita

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...