Lebih Mengenal Minyak Kelapa Sawit





Minyak kelapa sawit merupakan jenis minyak yang banyak digunakan oleh masyararakat Indonesia, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Minyak kelapa sawit ini diperoleh dari buah kelapa sawit yang dipanen dari pohon yang telah berusia antara 5-30 tahun. “Biasannya pohon kelapa sawit yang telah berusia 25-30 tahun akan ditebang dan ditanam lagi dengan yang baru,” tutur Maria F. Ellen, Reseacrh & Development Manager PT Salim Ivomas pada seminar Kulinologi Indonesia “Good Frying Practices” (29/11). Untuk menghasilkan minyak yang bermutu dibutuhkan juga kelapa sawit dengan kualitas bagus.


Kelapa sawit yang memiliki kualitas yang baik memilki ciri fisik, diantaranya memiliki jumlah brondolan 10-20 buah dengan berat tandan 10-20 kg, buah terlihat berwarna mearh dan kuning tua, daging buah lunak dan mudah dilepaskan dari brondolannya.


Buah kelapa sawit terdiri dari serabut buah dan inti. Serabut buah terdiri dari tiga lapis, yaitu pericarp (kulit buah), mesocarp dan endocarp. Sedangkan inti kelapa sawit terdiri dari lapisan kulit biji (testa), endosperm dan embrio. “Minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang biasa digunakan diperoleh dari lapisan mesocarp pada serabut buah. Kadar minyak yang terdapat dalam mesocarp sekitar 56% sedangkan endocarp tidak mengandung minyak dan inti kelapa sawit mengandung 44%. Namun, minyak inti kelapa sawit berbeda dengan CPO,” Jelas Maria.


Kelapa sawit yang telah dipanen kemudian akan diolah menjadi minyak. Proses pengepresan sabut buah kelapa atau ekstraksi akan menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) yang berwarna kuning kemerahan karena mengandung betacarotene yang tinggi, yaitu 400-700 ppm. CPO berbentuk semi padat pada suhu ruang dan mengandung antioksidan alami, yakni Tocopherol. Hasil ektraksi tersebut dihasilkan pula produk turunan CPO, yaitu Refined Bleached & Deodorized Palm Oil (RBD PO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD).


RBD PO berwujud semi padat dan berwarna putih kekuningan. RBD PO bnayak digunakan sebagai minyak goreng, bahan baku
margarine, shorthening, sabun, ice cream dan susu kental manis. Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) berbentuk pada suhu ruang dengan warna putih kecokltan dan pada saat dicairkan berwarna coklat. PFAD banyak digunakan dalam industri sabun, industri makanan ternak dan sebagai raw material untuk industri oleokimia.


“RBD PO selanjutnya diproses kembali dalam proses fraksinasai, yaitu proses pemisahan minyak kelapa sawit kedalam dua fraksi berbeda, fraksi solid yang dinamakan stearine dan fraksi liquid yang dinamakan olein dan keduanya diperoleh setelah proses kristalisasi pada temperature tertentu,” ungkap Maria. Stearine digunakan sebagai bahan baku shortening dan sabun sedangkan olein digunakan sebagai minyak goreng.


Aplikai minyak goreng digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Liquid cooking oil (minyak goreng cair) memang umum digunakan di rumah tangga taupun horeka. Jenis minyak ini dapat digunakan untuk shallow frying atau pan frying yang menggunakan minyak sedikit. Minyak dalam bentuk solid dan semi solid biasa digunakan oleh horeca (hotel, restaurant dan café). Karena minyak ini lebih tahan lama pada suhu penggorengan yang tinggi sehingga dapat digunakan berulang. Selain itu hasil gorengan akan lebih garing, renyah dan juicy serta memiliki kegaringan yang lebih lama dibandingkan minyak goreng cair. “Sehingga penggunaannya cocok untuk menggoreng french fries dan fried chicken,” tutupnya. K-15

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...