MENIKMATI SENSASI PEDAS BERSAMA WARUNG YU TIEN





Seiring dengan perkembangan dunia kuliner di Indonesia khususnya kota Jakarta yang sudah sangat luas, banyak restoran baru hadir untuk menghilangkan rasa lapar pagi para pecinta kuliner yang gemar mencicipi jenis makanan yang baru. Salah satu tempat makan yang baru dibuka di Cipete sejak awal Oktober 2012 adalah Warung Yu Tien.

Asal mula nama Warung Yu Tien didapat berdasarkan nama belakang orang tua yang sama dari 3 orang pemiliknya yaitu Tien. Sedangkan kata Yu didapat dari kata mbak yu, yang merupakan kata panggilan untuk orang jawa dimana
“Cipete sedang tahap berkembang dan saya yakin 2 sampai 3 tahun kedepan cipete bisa menjadi seperti kemang” jawab Chef Kong’s ketika ditanya tentang pemilihan tempat Warung Yu Tien yang berada di Jalan Cipete Raya nomor 7, Jakarta. Dan pengunjung yang datang dari Kemang dan Antasari dapat menjangkau wilayah ini.

Warung Yu Tien ini juga mengandalkan makanan dari Jawa dengan konsep restoran yang minimalis klasik namun berkesan nyaman dengan menggunakan ornamen dari kayu. Seperti yang dijelaskan oleh Chef Randy Kong’s selaku salah satu owner di Warung Yu Tien ini. “kita ingin menampilkan kesan nyaman, homie bagi para pengunjung, karena jika restoran terlalu banyak menggunakan ornament yang berlebihan tidak dapat menikmati suasana dengan nikmat”.

Chef Kong’s selaku owner dan chef tidak hanya diam di dapur atau kantornya, tetapi ia kadang keluar untuk menghampiri pelanggan untuk menanyakan bagaimana pelayanan dari Warung Yu Tien ini. “jadi seorang chef harus bisa dikritik juga, untuk perkembangan kita sendiri”. Tambahnya.

Target market dari Warung Yu Tien ini adalah golongan menengah keatas walaupun harga yang disajikan disini tidak lebih dari Rp. 20.000 untuk semua jenis makanan. Selain itu banyak juga pelanggan yang datang seperti mahasiswa dan pelajar dikarenakan ada beberapa sekolah yang terletak di sekitar jalan cipete raya ini.

Selain menjadi restoran, Warung Yu Tien ini juga menyediakan untuk gathering dan lunch box. Banyak beberapa perusahaan rutin memesan produk lunch box dari Warung Yu Tien. Jam operasional dari Warung Yu Tien ini untuk hari biasa buka mulai jam 10 pagi hingga jam 10 malam, lalu untuk akhir pecan mulai jam 10 pagi hingga jam 11 malam. Dengan kapasitas mencapai 80 orang untuk sitting capacity dan untuk standing party seperti ulang tahun atau gathering mampu menampung hingga 115 orang.

Menu favorit yang disajikan di Warung Yu Tien mulai dari appetizer seperti pangsit bebek dan pastel ayam, menu utama yaitu bebek yu tien dengan 3 macam level pedas yang bisa dipilih mulai dari small, medium dan OMG dengan level yang sangat pedas, karena banyak juga pengunjung warung yu tien yang datang juga menggemari cabai.

Dengan mengandalkan menu Indonesia yang dikemas dengan rasa yang lebih modern, “beberapa menu appetizer yang menggunakan saus, ditambahkan mayonnaise yang dikemas cita rasa Indonesia dengan penambahan terasi dan jeruk limau”. Jelas Chef Kong’s.

Salah satu promo menarik yang ditampilkan Warung Yu Tien ini adalah jika pelanggan mereka mem-follow akun twitter Warung Yu Tien dan memposting foto kalau mereka sedang makan di Warung Yu Tien mereka akan mendapatkan minuman gratis sesuai pilihan mereka dengan menunjukan foto tersebut ke bagian kasir.

Warung Yu Tien
Jl. Cipete Raya No. 7, Jakarta 12410
Telepon : 021-759 17471

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...