Mengenal Aneka Jenis Roti





Roti merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi. Makanan ini hampir selalu tersedia disetiap meja makan. Penyajiannya yang praktis dan jumlah kalorinya yang cukup tinggi membuat roti menjadi menu andalan untuk sarapan.

Roti adalah makanan yang berbahan dasar tepung terigu yang difermentasi oleh ragi atau bahan pengembang lainnya. Pada mulanya roti dibuat dengan cara sederhana dan dengan bahan yang sederhana pula. Namun, seiring berkembangnya jaman dan tekhnologi diciptakanlah roti dengan berbagai jenis dan bentuk.

Penggolongan roti dapat dibedakan berdasarkan warna, berdasarkan cara pengembangan adonan dan negara asal.

Berdasarkan warna roti :
Roti putih (White Bread), terbuat dari tepung terigu serta memiliki crumb berwarna cerah dan kulitnya berwarna coklat muda. Roti tawar yang merupakan roti yang termasuk kedalam kelompok ini.

Roti cokelat (Brown Bread), terbuat dari tepung gandum, memiliki crumb berwarna cokelat gelap serta kaya akan serat. Roti tawar gandum, atau roti tawar berwarna cokelat yang termasuk ke dalam kelompok ini.

Berdasarkan cara pengembangan adonan :

Roti dengan fermentasi, jenis roti ini dibuat dengan melakukan fermentasi terlebih dahulu yang dibantu oleh bahan pengembang. Contoh dari roti jenis ini adalah  Pizza, baguette, doughnut, dan danish pastry.

Roti tanpa fermentasi, roti ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengembang sehingga ada proses fermentasi.  Chapatti, tortilla, pitta, dan canai merupakan beberapa roti yang termasuk dalam roti tanpa proses fermentasi.

Berdasarkan negara asal roti yang paling dikenal, yaitu roti yang berasal dari Italia, Perancis serta roti yang berasal dari timur tengah. Roti dari ketiga negara tersebut sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia.

Roti Italia :
Ciabatta, roti ini memiliki bentuk bulat panjang dan pipih dengan kulit luar yang keras namun lembut di dalam. Biasanya roti ini diiris tipis, dimakan dengan mentega atau dipanggang dan diberi aneka topping. 

Pizza, roti bebentuk bundar yang sudah banyak dikenal ini memiliki tekstur yang renyah dan biasa disajikan dengan berbagai aneka topping.

Focaccia, roti ini berwarna kekuningan yang biasa disajikan sebagai sandwich dengan berbagai macam isi.

 

Roti Perancis :
Baggutte, memiliki bentuk yang panjang menyerupai tongkat dan bertekstur renyah. Biasa disajikan sebagai teman menyantap sup.

Croissant, roti ini berbentuk seperti bulan sabit dan memiliki tektur yang renyah serta rasa yang gurih.
French Rolls, roti ini biasa disajikan sebagai pendamping sup dan bentuknya bulat hamper menyerupai ciabatta.

Roti Timur
Pitta, berbentuk bulat dan berwarna putih bersih serta bertekstur lembut. Roti ini memiliki ciri tersendiri yaitu rongga menyerupai kantung didalamnya yang biasa digunakan untuk meletakkan berbagai filling.

Cannai, roti ini berbentuk bulat pipih. Teksturnya garing dan berminyak sehingga cocok disajikan dengan gulai atau kari.
Baklava : roti yang berasal dari Turki ini berbentuk persegi dan biasa disajikan dengan isi kacang-kacangan dan madu. K-15

 

 

Artikel Lainnya

  • Jun 27, 2019

    Kelemahan Asam Lemak Tidak Jenuh

    Selain memiliki banyak kelebihan seperti mampu menurunkan kolesterol dan mengandung omega-3, asam lemak tak jenuh ternyata juga memiliki kekurangan. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap, semakin mudah bereaksi atau berubah minyak tersebut. Namun jika digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang, maka asam lemak tidak jenuh (baik dari minyak penggoreng maupun dari makanan yang digoreng) akan berubah menjadi asam lemak “trans”, gugus peroksida, serta senyawa radikal bebas lainnya. ...

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...