Tubuh Ideal: Langsing atau Berotot?





Isu seputar obesitas seolah tidak pernah habis dibicarakan dalam dunia kesehatan. Peningkatan resiko obesitas, terutama di Indonesia membuat banyak pihak merasa khawatir dan memikirkan berbagai cara agar bisa terhindar dari problema tersebut. Namun ternyata isu yang semakin gencar mengenai peningkatan angka obesitas ini justru menimbulkan permasalahan baru di masyarakat, yaitu munculnya citra yang salah terhadap tubuh sendiri (negative body image).

Konsep atau citra yang salah mengenai tubuh ini, selain dipicu oleh kekhawatiran yang berlebihan terhadap obesitas juga disebabkan oleh pengaruh media massa yang memunculkan “ikon” tentang definisi cantik serta bagaimana konsep tubuh ideal yang berlaku di masyarakat.

Hal itu dibahas dalam seminar “Shape Your Body, Enhance Your Confidence” yang digelar oleh Mahasiswa Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di Kampus UI Depok, pada akhir Oktober lalu. Dr. dr. H. Zainal Abidin, DSM, Internist, Sp.GK selaku Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melihat, selama ini masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup, akan mendapatkan informasi yang salah dan mulai memberikan arti yang salah pula terhadap bentuk tubuh (body shape) mereka. Kondisi ini membuat banyak orang berlomba untuk mulai menyesuaikan diri dengan defenisi bentuk tubuh ideal yang “dimunculkan” oleh media tersebut dengan berbagai cara, termasuk menganiaya diri sendiri dengan diet ketat. Kekhawatiran akan obesitas cenderung terjadi pada wanita, sementara pria justru ingin terlihat berotot di mata wanita sehingga kaum pria lebih gencar melakukan olah tubuh untuk membentuk otot.

Menurut Zainal, citra tubuh (body image), secara teoritis dapat diartikan sebagai pandangan seseorang terhadap ukuran dan bentuk tubuh serta perkiraan mengenai pandangan orang lain terhadap diri sendiri. Konsep yang salah mengenai body image seringkali terjadi pada usia remaja karena pada masa remaja seseorang belum memiliki kondisi mental yang stabil sehingga mudah terpengaruh orang lain.

Dewasa ini ternyata persepsi yang salah mengenai bentuk tubuh ideal tidak hanya menjadi kekhawatiran kaum remaja saja, tapi juga anak-anak. Menurut data dari the American Dietic Association yang disampaikan oleh Zainal, sebanyak 81 persen anak usia 10 tahun di Amerika takut akan tubuh yang gemuk, sementara 51 persen anak usia 9 dan 10 tahun merasa lebih percaya diri dengan berdiet. “Fakta ini menunjukkan permasalahan body image bukan lagi menjadi permasalahan bagi beberapa kalangan orang, namun harus diwaspadai agar tidak semakin banyak orang yang terjebak dalam pemikiran yang salah terhadap dirinya,” jelas Zainal.

Diet atau pengaturan pola makan memang dibutuhkan dalam penerapan pola hidup sehat. Namun diet yang salah dan terlalu ketat justru akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Kesehatan dan kebugaran yang optimal dapat dibentuk dengan dua komponen, yaitu latihan fisik yang tepat dan diet yang sesuai.

Penjagaan pola makan sangat penting dalam membentuk tubuh. Zainal menambahkan, apapun citra tubuh dan bentuk tubuhnya, semua orang membutuhkan status gizi yang baik. Akan tetapi, pembentukan tubuh tanpa diiringi olahraga atau latihan fisik yang cukup juga tidak akan membuahkan hasil yang optimal. K-35 (nadya)

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...