Hindari Obesitas Sentral





Masalah kegemukan atau obesitas hingga saat ini masih menjadi momok menakutkan, tidak hanya bagi wanita tetapi juga bagi para pria. Obesitas seringkali diidentikkan dengan kelebihan berat badan. Seperti apa sebenarnya kegemukan itu?   Dalam sebuah seminar yang digelar oleh Mahasiswa Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Kampus Depok pada akhir Oktober lalu, Ahli gizi dr. Nur Asiah, MS, SpGK menjelaskan, obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan ataupun abnormal yang dapat mengganggu kesehatan. Berdasarkan letak timbunan lemak, obesitas dibagi menjadi dua, yaitu: obesitas android atau sentral, yakni penimbunan lemak di bagian atas tubuh atau perut, dan obesitas ginoid atau perifer, yakni penimbunan lemak di bagian bawah tubuh seperti di paha atau pantat.

Lebih jauh Asiah memaparkan tentang penyebab obesitas sentral, antara lain yakni tingginya konsumsi minuman beralkohol, kebiasaan merokok, tingginya konsumsi makanan berlemak, rendahnya konsumsi sayuran dan buah, rendahnya aktivitas fisik, pertambahan umur, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi.

Obesitas sentral dirasakan memiliki pengaruh yang lebih berbahaya dibandingkan obesitas perifer. Hal ini dikarenakan pada bagian atas tubuh terdapat organ-organ dalam yang amat penting bagi tubuh, sehingga apabila terjadi penimbunan lemak yang berlebih pada bagian tersebut, terutama perut, dapat mempengaruhi kesehatan. Penimbunan lemak di hati dapat mengakibatkan gangguan pada jaringan atau produksi insulin. 

Asiah juga mengingatkan bahwa kegemukan bisa meningkatkan faktor resiko terhadap penyakit-penyakit dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan kardiovaskuler. Melihat bahayanya obesitas sentral tersebut, pakar kebugaran Denny Santoso memberikan berbagai cara untuk mengatasi masalah obesitas, yakni dengan diet dan olahraga. "Lakukan diet dan olahraga yang tepat," katanya. Cara terbaik untuk diet adalah dengan diet kalori, sedangkan untuk olahraga jalan cepat dan latihan beban merupakan cara terbaik untuk dapat menurunkan berat badan. 

Penurunan berat badan harus dilakukan dengan tepat dan aman. Diet berlebihan hingga menahan makan justru akan menyebabkan nafsu makan meningkat. Denny menganjurkan tubuh membutuhkan asupan makanan sebanyak 6 kali yakni sarapan, cemilan, makan siang, cemilan, makan malam dan cemilan malam, dan buah adalah camilan terbaik untuk proses tersebut. K-35(andin)

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....