Nyaman Bersantai di Café Mangiare





Tak ada habisnya jika membicarakan tempat makan di Bogor, mulai dari warung tenda, café hingga restoran, hampir selalu ada yang baru. Kota hujan ini memang memiliki daya tarik untuk selalu dikunjungi.

Apabila sedang mengunjungi Bogor, sepertinya wajib mampir di salah satu café yang cukup terkenal di Bogor, ya, Café Mangiare (baca : Manjare)! Café ini merupakan tempat makan unik yang memadukan cita rasa chinese food, Indonesian food dan western food. Selain menu makanannya yang variatif, café yang telah berdiri sejak sembilan tahun lalu ini juga menyuguhkan suasana homey yang nyaman, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di Café Mangiare.



Kenapa dinamakan Mangiare? “Nama mangiare kami ambil dari bahasa Itali yang mempunyai arti makan-makan, nama ini dipilih karena kami sekeluarga meyukai apapun yang berbau Itali,” tutur Satria Wattimena, owner sekaligus excecutive chef dari Café Mangiare. Pendirian café ini pun dilatarbelakangi oleh mendiang ibunya yang hobi masak dan selalu menciptakan menu masakan yang berbeda. Contohnya saja salah satu menu yang menjadi andalan tempat ini merupakan resep keluarga paling favorit yang selalu dibuat sang ibu, menu tersebut adalah sup iga asam pedas. Sup ini sedikit berbeda, pada umumnya sup iga disajikan dengan kuah bening yang gurih, disini sup iga disajikan dengan kuah merah dengan rasa asam pedas yang menggugah selera.

Dilihat dari luar, café ini tidak terlihat seperti cafe melainkan seperti rumah. Namun, ketika ditengok kedalam keunikan lain dari café ini akan terlihat, setiap ruangannya ditata layaknya ruangan di dalam rumah yang dilengkapi dengan furnitur etnik. Ada ruangan yang berupa ruang tamu dengan meja dan kursi kayu dan ruangan lain ditata seperti ruang makan dengan meja panjang. Sedangkan ruang lainnya ditata seperti ruang keluarga, dilengkapi sofa empuk dan meja kayu besar.

Ketika memasuki bagian dalam lagi, pengunjung akan menemukan sudut ruangan terbuka yang dihiasi dengan kebun yang menambah nuansa sejuk dan nyaman. “Seluruh perabot yang ada disini meruppakan koleksi dari Ayah saya, beliau sangat menyukai barang-barang antik seperti ini,” tambah Satria.

Tidak hanya konsep yang unik dan tempatnya yang nyaman, menu di cafe ini memiliki rasa yang lezat dan dipatok dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 4.000 – Rp. 60.000. “Setiap hari Sabtu saya selalu membuat menu spesial, menu tersebut saya yang membuat dan mengantarkannya langsung ke pengunjung,” ceritanya. Menu khusus itu pun dibanderol dengan harga maksimal Rp 75.000. Café yang mampu menampung tamu hingga 300 orang ini menyediakan live music setiap jumat dan sabtu malam, pengunjung yang ingin menyumbangkan suaranya pun dipersilahkan. Satria selalu memperhatikan kenyamanan pelanggannya, sehingga masalah hama seperti kecoa, semut, lalat atau nyamuk ia serahkan langsung pada jasa pelayanan hama. Kiki

Café Mangiare
Jl. Pakuan No. 21, Bogor
0251 - 8371450

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...