Ide Inovasi dalam Bandung Food Ingredients 2012





Bandung terkenal sebagai salah satu kota pusat kuliner di Indonesia.  Di kota Kembang ini, terdapat banyak pelaku bisnis jasa boga, mulai dari restoran hingga bakery.  Untuk mendorong pertumbuhan para pelaku bisnis tersebut, industri pendukung -ingridien, peralatan, dan kemasan- memiliki peranan penting dalam mendukung terjadinya inovasi.  Pameran Bandung Food Ingredients 2012 yang diselenggarakan pada 23 hingga 25 Oktober di Graha Manggala Siliwangi merupakan sarana untuk mewujudkan dukungan tersebut.  Industri bahan baku, ingridien, kemasan, dan peralatan menjadikan ajang Bandung Food Ingredients 2012 untuk mempromosikan secara langsung produknya kepada pelaku bisnis jasa boga. 

Peserta pameran tampak terlihat didominasi oleh industri pendukung untuk bisnis roti, cake, pastry, dan cookies.  Sebagai contoh untuk bahan baku tepung terigu, setidaknya terdapat 5 perusahaan flour milling yang berpartisipasi.  Menariknya lagi, hampir semua stand melakukan demo untuk menunjukkan keunggulan produk mereka, baik di stand masing-masing maupun panggung utama.

Tidak hanya inovasi yang dilakukan industri besar.  Beberapa produsen skala kecil dan menengah pun turut memeriahkan pameran tersebut.  Salah satunya adalah ditampilkannya produk berbasis tepung lokal ganyong.  Para Chef Junior juga tidak ketinggalan.  Mereka mengikuti kompetisi yang mempertandingkan hasil karya dalam membuat produk bakery dalam Junior Chef Competition.

Dalam kesempatan tersebut, Majalah KULINOLOGI dan FOODREVIEW INDONESIA juga turut berpatisipasi.  Ajang tersebut menjadi media untuk bertatap langsung antara pembaca dan tim KULINOLOGI/FOODREVIEW.  Sambutan hangat diperoleh, terbukti dengan ludesnya majalah yang dipamerkan dalam kegiatan ini.  @hendryfri

Artikel Lainnya

  • Jun 27, 2019

    Kelemahan Asam Lemak Tidak Jenuh

    Selain memiliki banyak kelebihan seperti mampu menurunkan kolesterol dan mengandung omega-3, asam lemak tak jenuh ternyata juga memiliki kekurangan. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap, semakin mudah bereaksi atau berubah minyak tersebut. Namun jika digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang, maka asam lemak tidak jenuh (baik dari minyak penggoreng maupun dari makanan yang digoreng) akan berubah menjadi asam lemak “trans”, gugus peroksida, serta senyawa radikal bebas lainnya. ...

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...