Ide Inovasi dalam Bandung Food Ingredients 2012





Bandung terkenal sebagai salah satu kota pusat kuliner di Indonesia.  Di kota Kembang ini, terdapat banyak pelaku bisnis jasa boga, mulai dari restoran hingga bakery.  Untuk mendorong pertumbuhan para pelaku bisnis tersebut, industri pendukung -ingridien, peralatan, dan kemasan- memiliki peranan penting dalam mendukung terjadinya inovasi.  Pameran Bandung Food Ingredients 2012 yang diselenggarakan pada 23 hingga 25 Oktober di Graha Manggala Siliwangi merupakan sarana untuk mewujudkan dukungan tersebut.  Industri bahan baku, ingridien, kemasan, dan peralatan menjadikan ajang Bandung Food Ingredients 2012 untuk mempromosikan secara langsung produknya kepada pelaku bisnis jasa boga. 

Peserta pameran tampak terlihat didominasi oleh industri pendukung untuk bisnis roti, cake, pastry, dan cookies.  Sebagai contoh untuk bahan baku tepung terigu, setidaknya terdapat 5 perusahaan flour milling yang berpartisipasi.  Menariknya lagi, hampir semua stand melakukan demo untuk menunjukkan keunggulan produk mereka, baik di stand masing-masing maupun panggung utama.

Tidak hanya inovasi yang dilakukan industri besar.  Beberapa produsen skala kecil dan menengah pun turut memeriahkan pameran tersebut.  Salah satunya adalah ditampilkannya produk berbasis tepung lokal ganyong.  Para Chef Junior juga tidak ketinggalan.  Mereka mengikuti kompetisi yang mempertandingkan hasil karya dalam membuat produk bakery dalam Junior Chef Competition.

Dalam kesempatan tersebut, Majalah KULINOLOGI dan FOODREVIEW INDONESIA juga turut berpatisipasi.  Ajang tersebut menjadi media untuk bertatap langsung antara pembaca dan tim KULINOLOGI/FOODREVIEW.  Sambutan hangat diperoleh, terbukti dengan ludesnya majalah yang dipamerkan dalam kegiatan ini.  @hendryfri

Artikel Lainnya