Premix = Basic Recipe





Sebuah formulasi dasar untuk membuat aneka produk bakery yang berkualitas!

masyarakat sekarang yang rata-rata menginginkan sesuatu yang serba cepat namun tetap menomor satukan kualitas, maka premix pantas digunakan oleh para pelaku usaha di bidang bakery dan pastry. Apalagi, jika produksi bisnisnya sudah ber- skala besar, memiliki outlet lebih dari satu atau bahkan sudah mengembangkan sayap dengan cara waralaba alias franchise, penggunaan tepung premix --sebagai resep dasar untuk menciptakan beragam produk bakery, seperti roti, cake, pastry hingga cookies-- merupakan sebuah solusi pintar.?Karena dengan premix,

produsen bakery tidak lagi direpotkan dengan masalah- masalah yang berkaitan dengan formulasi. Premix terbukti lebih efisien dalam segi waktu, hasil jadi produk lebih seragam karena standar mutu yang konsisten, serta pengawasan stok bahan baku menjadi lebih mudah.

Kekhasan produk pun tetap?bisa diunggulkan, karena sifat tepung premix luwes dikreasikan sesuai keinginan dan juga fleksibel mengikuti tren pasar yang sedang in. Hasil akhir yang diharapkan, tak lain agar pelanggan puas dan setia dengan produk Anda, bukan?

Premix menjaga produk tetap konsisten Di Indonesia, tren penggunaan premix di dunia bakery ramai seiring dengan industri bakery modern yang tumbuh menjamur. Masih ingat kehadiran gerai?roti waralaba asal Singapura sekitar 9 tahun lalu yang sempat menghebohkan warga Ibukota? Outlet yang kini cabangnya ’menjamur’ di mal- mal yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, seolah ikut menginspirasi bakery lainnya.

Tren konsep open kitchen- nya, yang menampilkan kehebohan para baker dibalik dinding kaca, sengaja disiapkan sebagai suguhan untuk memikat pembeli. Meski ditonton oleh ratusan bahkan ribuan mata pembeli, bahan-bahan yang dipakai sebagai ingredien untuk aneka produk bakery- nya yang empuk hampir tidak terdeteksi. Misalnya, dalam membuat donut. Pembeli

hanya bisa memperhatikan saat-saat dimana para baker menambahkan air, yeast dan margarin ke dalam campuran tepung premix. Pembeli tidak bisa menyontek bahan apa saja yang terkandung di dalam premix tersebut. Bahkan, bisa jadi, para baker yang bekerja di outlet pun sebenarnya tidak mengetahui komposisi detil campuran premix karena merupakan resep rahasia perusahaan.

Para pengusaha bakery dan pastry--baik dari kalangan bakery besar hingga industri bakery kecil berskala rumahan --pada akhirnya makin menyadari banyak manfaat dari pemakaian ’campuran’ yang merupakan basic recipe ini. Premix merupakan kontrol yang baik untuk menjaga konsistensi produk setiap hari, secara serentak di beberapa outlet. Premix sangat membantu menyederhanakan pekerjaan baker, misalnya penimbangan bahan, seleksi bahan, pemisahan bahan, dan metode-metode tradisional lain yang terbilang rumit, bisa dipangkas.

Kerahasiaan komposisi yang digunakan juga bisa terjaga karena campuran dibuat langsung oleh sentral kitchen atau suplier yang telah ditentukan. Penghematan?waktu bisa dilakukan, karena para baker tidak perlu lagi repot-repot menyediakan dan menimbang bahan-bahan dari raw material. Kesalahan akibat kelalaian dalam persiapan dan pembuatan bisa di-minimalisasi. Selain itu, penanganan bahan menjadi lebih mudah karenatepung premix berwujud?kering, dimana kondisi penyimpanannya relatif lebih stabil. Namun, meski secara teknis penggunaan premix lebih mudah dan efisien, sayangnya harga premix rata-rata lebih tinggi bila dibandingkan cara tradisional yang melewati proses panjang.

Premix dulu dan sekarang?Tak dipungkiri, beberapa tahun ke belakang, industri bakery modern tampaknya memang makin menggeliat di Tanah?Air. Otomatis hal ini membuat persaingan bisnis semakin ketat. Di sinilah diperlukan inovasi dan kreativitas dari setiap produsen bakery untuk mengunggulkan produknya. Jika bakery modern masih menerapkan cara konvensional, dimana formulasi setiap detil bahan untuk membuat roti dilakukakan saat itu juga, tentunya sangat tidak efektif.

Mengutip dari www.foodreview. biz, konsep premix di industri bakery dunia, tercatat sudah?ada sejak dulu di Eropa. Kalau mau dirunut ke belakang, di Indonesia sendiri, penggunaan premix tanpa disadari sudah cukup familiar. Coba saja lihat buku masak dengan resep kue- kue jadoel. Rata-rata pemakaian baking powder sudah lazim dilakukan dalam pembuatan kue bolu, bukan?

Nah, bedanya dengan premix jaman dulu, campuran premix generasi sekarang tidak lagi hanya berupa baking powder, tapi dibuat dengan komposisi bahan yang lebih komplit. Untuk membuat roti misalnya, ada terigu, gula, telur, garam, susu, flavor dan bahan-bahan lain yang diracik menjadi tepung premix khusus roti. Di sentral kitchen, premix ini diatur ingrediennya sedemikian rupa. Setiap produsen roti tentunya mempunyai rahasia campuran tepung premix yang berbeda- beda. Para pengusaha bakery biasanya meminta suplier premix untuk meng-customize produk mereka.

Bersamaan dengan permintaan pasar yang majemuk, suplai premix pun terus berinovasi.
Ini terbukti dengan semakin banyaknya produk-produk premix yang beredar di pasaran, baik yang skala rumah tangga maupun industri. Pasokan premix tidak lagi terbatas hanya untuk roti. Namun, tersedia juga tipe premix?untuk cake, brownies, donat, tiramisu, dan produk bakery lainnya. Untuk produk cake, komponen utama premix-?nya adalah tepung dan gula. Premix untuk roti dan donat, komponen utamanya berupa tepung terigu. Sedangkan untuk tiramisu dan jenis cream cake, komponen utamanya terdiri dari mascarpone dan karaginan (rumput laut). Mel

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...