Merancang Generasi Masa Depan yang Cerdas 



Generasi yang cerdas adalah generasi yang mampu mengatasi permasalahan bangsa, bukan meninggalkan masalah bagi generasi selanjutnya. Cerdas juga merupakan salah satu kunci dan modal untuk menghadapi masa depan, dengan cerdas kita dapat meraih pendidikan dan keterampilan yang baik. Cerdas juga modal untuk mampu mempelajari segala hal sehingga dapat meraih kesempatan kerja yang baik, mengembangka usaha yang baik, dan modal memahami diri dan lingkungan.

Guru Besar IPB Prof Hardinsyah mengatakan, cerdas bukanlah suatu hal yang datang secara tiba-tiba. Cerdas berawal dari otak saat bayi berada dalam janin lalu berkembang sejalan dengan tumbuh kembang seorag manusia. Seiring berjalannya waktu, tentu akan ada banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Faktor tersebut antara lain turunan (genetik), gizi, kesehatan, stimulasi dan pendidikan, serta lingkungan. "Masing-masing faktor tersebut memiliki peran yang berbeda sehingga tidak dapat dikatakan bahwa faktor yang satu lebih penting dari faktor yang lainnya,"tandas Hardinsyah dalam acara Nutrition Fair di Bogor belum lama ini.
 
Ia memaparkan, otak manusia adalah salah satu organ yang berperan dalam kecerdasan manusia, berkembang seiring berjalannya waktu. Otak bayi hanyalah 25% dari otak orang dewasa yaitu sekitar 0,3 kg. Setelah tumbuh besar, pada anak usia 5 tahun otaknya sudah mencapai 90% otak orang dewasa yaitu seberat 1,25 kg. Otak memiliki sel-sel syaraf  yang saling berhubungan. 

Sinaps pada otak manusa semakin rimbun seiring dengan pertambahan usia seseorang. Sinaps terbentuk melalui meilinasi yaitu proses pembungkusan jalur syaraf dengan myelin yang berujud protein-lemak. Seorang anak yang kurang gizi tentu akan berpengaruh pada otak. Otak pada anak kurang gizi akan menjadi kosong dan bersifat permanen.  

Hal ini menyebabkan mutu otak menjadi rendah dan akan menjadi beban bukanlah modal bagi seseorang di masa depannya. Sedangkan anak yang bergizi cukup dan sehat akan menciptakan anak cerdas dan produktif sehingga menjadikan mutu SDM yang tinggi dan hal ini akan menjadi modal bagi seseorang di masa depannya. 

Hardinsyah mengingatkan bahwa seorang anak membutuhkan gizi, pengalaman, da stimulasi agar sinapsnya rimbun. Di sisi lain, anak juga perlu dilindungi dari rangsangan berlebihan karena anak belum bias memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang. Zat gizi ada sekitar 60 jenis dan 13 zat gizi sangat berperan untuk pembentukan kecerdasan. Hal ini perlu disiapkan saat mempersiapkan kehamilan sampai minimal anak berusia remaja. Setelahnya anak dilahirkan maka bayi perlu diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. K-35 (dhanty)

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...