Mewarnai hari dengan rainbow cake





Merah, orange, kuning, hijau, biru, violet, warna-warni yang cantik bukan? Bagaimana jika semua warna tersebut ada dalam satu potong kue? Ya, Rainbow cake, kue warna pelangi yang banyak diminati orang telah ada sejak tahun 2003, lalu masuk ke Indonesia sejak tahun 2011. Namun, baru pada tahun 2012 mulai booming sehingga sekarang ini banyak tempat yang menjual rainbow cake, dengan 6 lapis atau 7 lapis warna berbeda.

Awal mula hadirnya rainbow cake dimulai oleh seorang gadis bernama Kaitlin Flanner yang ingin memberikan hadiah kepada temannya dengan warna pelangi seperti merah, kuning, hijau, biru dan ungu. Sang teman pun memotret dan mengunggahnya di blog, dan sejak itu rainbow cake mulai terkenal ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Salah satu tempat yang menjual rainbow cake adalah Michel’s Patiserrie yang terletak di Central Park Mall Jakarta. Michel’s Patiserrie merupakan franchise yang berasal dari Australia, dimana di Australia sendiri Michel’s Patiserrie telah memiliki lebih dari 300 cabang. Di Indonesia outlet ini dibawahi oleh PT Pangan Sari Utama yang nantinya akan membuka 3 outlet lainnya di Jakarta.

“Michel’s Patiserrie di Australia yang telah berdiri sejak tahun 1991 sendiri sebenarnya tidak mengembangkan Rainbow cake, mereka lebih terkenal dengan hidangan pie dan mud cake nya. Rainbow cake sendiri merupakan modifikasi dari Michel’s Patiserrie karena memang cake ini sedang digemari di Indonesia,” ungkap Eka Andrian, Store Manager Michel’s Patiserrie.

Bila dibandingkan dengan rainbow cake lain yang menjamur, rainbow cake milik Michel’s Patiserrie ini tidak membuat enek penikmatnya. Selain itu, rasa cream cheese-nya pun terasa nikmat dan ringan,
Kenikmatan rainbow cake dari Michel’s Patiserrie ini bisa dibuktikan dengan selalu habisnya stok rainbow cake mereka pada pukul 5 sampai 6 sore. Dalam sehari, Michel’s Patiserrie bisa menjual antara 30-40 loyang rainbow cake. Dimana satu Loyangnya dapat menghasilkan 12 potong rainbow cake.
Suasana kafe yang buka dari pukul 10.00 – 22.00 ini disajikan dengan nyaman dan terbuka. Ruangan yang berkonsep modern didominasi oleh warna ciri khas, yaitu merah bata, cokelat, dan krem. Letaknya di tengah-tengah boulevard mall, sehingga tidak sulit untuk menemukan tempat ini. Untuk weekend, Michel’s Patiserrie akan melayani dua kali pengiriman dari main kitchen mereka yang terletak di Ciracas. Sedangkan pada weekdays hanya sekali pengiriman. “Banyak pelanggan yang datang pada malam hari merasakan susahnya mendapatkan rainbow cake kami ini karena pada sore hari biasanya sudah terjual habis. Kami menyarankan agar pengunjung datang pada pagi atau siang pada keesokan harinya,” tambah Eka.

Selain rainbow cake yang menjadi primadona, disini pun menawarkan beberpa jenis kue lainnya, seperti red velvet, blue velvet, greentea cake, dan mud cake. Jangan khawatir soal rasanya, semua cakenya dapat memanjakan lidah. Untuk minuman juga cukup beragam, mulai dari kopi, teh, dan smoothies. Minuman berbahan kopi, diimport langsung dari Australia, sedangkan untuk teh mengandalkan teh dalam negeri yang memang kualitasnya yang sangat baik. Minuman teh yang ditawarkan dengan rasa buah, yaitu buah leci, lemon, peach.

Selain menyajikan cake dalam bentuk potongan  yang dibandrol dengan harga Rp 25.000 – Rp 28.000, disini juga tersedia whole cake yang bisa dipesan satu hari sebelumnya untuk acara ulang tahun. Michel’s Patiserrie bisa menampung hingga 35 pengunjung yang kebanyakan dari kalangan remaja dan ibu rumah tangga.

Kedepannya pihak Michel’s Patiserrie akan membuka store baru di Pondok Indah, dimana store disana akan lebih besar dengan 2 tingkat dan mempunyai kitchen sendiri sehingga tidak perlu lagi  pengiriman dari main kitchen mereka yang berada di cirasas, dan dapat menghemat waktu dan biaya. K-16

Michel's Patisserie
Central Park Mall, LG Floor Unit 259
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat
Telepon: 021-29200199

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...