Memasak dan menyiapkan paket berbuka bersama ABC Dapur Peduli





Bertempat di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 1 Agustus lalu sebanyak 250 ibu sukarelawan ABC Dapur Peduli memasak dan menyiapkan makanan  untuk berbuka secara bersama-sama untuk kaum dhuafa. Program yang merupakan tahap awal dari program ABC Dapur Peduli ini akan membagikan 100.000 paket makanan berbuka puasa untuk wilayah Jakarta dan Bandung.

Program tahunan yang sudah dilaksanakan sejak dua tahun terakhir ini terus mendapatkan banyak dukungan. Selain 250 ibu sukarelawan yang ikut berpartisipasi terdiri dari komunitas ABC Dapur Peduli, majelis taklim dan dari Heinz Abc Indonesia, serta pihak Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, jaringan ritel Hypermarket, ustadz Ahmad Al Habsy, praktisi kuliner Yeni Ismayani dan pasangan public figure, Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan.

Hari Widyo, Human Resources Director, Heinz ABC Indonesia mengatakan, “kami sangat gembira dengan semakin banyaknya dukungan yang mengalir terhadap ABC Dapur Peduli. Hal ini membuktikan bahwa visi ABC Dapur Peduli memotivasi masyarakat untuk saling berbagi kepada kaum dhuafa. Hal ini memberi kami semangat untuk terus mengembangkan program tahunan ini. Tahun ini selain bertambahnya sumber daya dengan tambahan 50 karyawan, Syrup ABC Special Grade juga ikut berpartisipasi.”

“Dompet Dhuafa sangat bangga bisa menjadi bagian dari program ABC Dapur Peduli ini selama tiga tahun berturut-turut. Tim Dompet Dhuafa juga terlibat langsung di lapangan mulai mencari kantung-kantung dhuafa, hingga mengumpulkan para ibu sukarelawan untuk memasak dan menyiapkan makanan bersama-sama,” tutur Ismail Agus Said, Presiden Direktur, Dompet Dhuafa.

Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan, pasangan selebritis yang mendukung program ini menyatakan, bahwa sebagai keluarga yang sudah terbiasa dengan kegiatan sosial, mereka sangat mendukung program ABC Dapur Peduli. Sebagai praktisi kuliner. Yeni Ismayani juga memiliki kontribusi besar karena resep-resepnya digunakan oleh para ibu untuk memasak. “Dalam partisipasi ketiga ini, saya diminta menyusun makanan yang mudah dibuat namun mengandung nilai gizi yang tinggi. Akhirnya menu yang digunakan kali ini adalah Ayam Kecap Seribu Bulan, Tumis Jamur Telur Puyuh ala Dapur Peduli, Oseng Buncis Jagung Berbagi,” ujarnya.

Ahmad Al Habsyi, ustadz kondang Indonesia juga memberikan dukungan untuk program ini, “sebuah kehormatan bagi saya untuk ikut membagikan 1.000 paket makanan kepada kaum dhuafa. Sungguh bukan lagi kata-kata manis namun sebuah aksi nyata yang dapat mengimspirasi masyarakat Indonesia.”  -adi perdana-

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...