Varian terbaru Wall’s Dung Dung dalam Kedai Dung Dung





Bertempat di Auditorium Arifin Panigoro, Al-Azhar University, Wall’s Dung Dung kembali menghadirkan rasa terbarunya, yaitu Sari Pandan Kelapa dan Es Teler. Selain acara peluncuran rasa terbaru dari varian Wall’s Dung Dung ini, Wall’s kembali menyelenggarakan Kedai Dung Dung selama bulan Ramadhan ini, mengikuti kesuksesan acara ini selama bulan Ramadhan tahun lalu.

Nuansa yang disajikan di Kedai Dung Dung dari Wall’s ini menyajikan sajian dan atmosfir bertema nostalgia yaitu “Yang Manis dari Masa Lalu” yang merupakan nuansa khas tradisional Indonesia. Selain es krim dengan rasa khas Indonesia yang tersaji, terdapat pula berbagai mainan nostalgia yang dapat memberikan pengalaman baru yang tak terlupakan bagi seluruh anggota keluarga. Pada tahun ini, Kedai Dung Dung akan menyinggahi 30 masjid yang tersebar di wilayah Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.

Senior Brand Manager Wall’s Dung Dung, Nuning Wahyuningsih mengatakan, “masyarakat Indonesia senantiasa dikenal dengan kebersamaannya yang kuat, apalagi nuansa tersebut terasa sangat kental pada bulan Ramadhan. Untuk itu Kedai Dung Dung kembali hadir sebagai tempat dimana keluarga bisa menikmati momen kebersamaan sembari mengingat manisnya nostalgia jajan tradisional.”

Keberagaman jajanan manis tradisional yang menggugah selera menjadi tradisi pelengkap saat berkumpul bersama keluarga. Ragam sajian kuliner Indonesia seperti jajanan tradisional tak lepas dari pemakaian bahan makanan dengan rasa asli Indonesia yang khas seperti santan kelapa, pandan, dan nangka. Seperti yang dijelaskan Arie Parikesit selaku Pakar Kuliner Indonesia, “pandan, santan kelapa dan nangka merupakan bahan makanan sumber inspirasi sajian kuliner Indonesia terutama jajanannya. Selain pandan, santan kelapa dan nangka, es teller juga menjadi salah satu sajian favorit yang khas Indonesia.”
Hal itulah yang menginspirasi Wall’s Dung Dung menampilkan rasa terbarunya yaitu Sari Pandan Kelapa dan Es Teler. Hal ini dijelaskan Nuning, “sebagai komitmen kami untuk terus menggali inspirasi rasa asli Indonesia, seperti pada varian terbaru Wall’s Dung Dung yaitu Sari Pandan Kelapa dan Es Teler. Kami berharap kehadiran Wall’s Dung Dung dapat memanjakan lidah para penikmat es krim dengan rasa khas jajanan tradisional Indonesia.

Varian terbaru Wall’s Dung Dung juga disajikan dalam Kedai Dung Dung yang dapat dinikmati dengan berbagai topping tradisional seperti kuping gajah, kue semprong, sirup gula merah, pacar cina dan ketan hitam. Penyajiannya juga dapat dinikmati dengan pilihan roti dan cone yang tersedia. –adi-

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...