Membiasakan Konsumsi Protein Hewani Sejak Kecil





Dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyak sumber makanan yang mengandung sumber protein. Makanan mengandung protein sangat dibutuhkan oleh tubuh baik anak-anak, dewasa maupun lanjut usia. Melalui talkshow dalam rangka Pameran Indolivestock 2012 yang diadakan di Jakarta belum lama ini dengan acara bertemakan “Kampanye SDTI (Susu, Daging, Telor, dan Ikan)”, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan konsumsi pangan yang mengandung protein, terutama empat jenis makanan tersebut yang mengandung protein hewani, yakni: susu, daging, dan telur.

Dewasa ini, tingkat konsumsi masyarakat terhadap susu masih tergolong rendah. Baik susu yang dihasilkan oleh sapi, kambing, ataupun kuda liar yang sekarang ini mulai banyak berkembang. Masalahnya, kecenderungan di Indonesia perkembangan produktivitas penghasil susu segar (peternakan sapi perah) tidak sesuai dengan pertumbuhan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang cenderung meningkat. Sehingga, untuk perhitungan tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih menggunakan ukuran tingkat konsumsi Susu Kental Manis (SKM) yang diproduksi oleh IPS bukan dihitung dari jumlah pengkonsumsi susu segar. Sedangkan kandungan susu yang terdapat pada SKM hanya sekitar 20 persen saja, lainnya di dominasi oleh kandungan glukosa. Sehingga, dengan demikian tingkat konsumsi susu di Indonesia masih rendah. 

Sejalan dengan itu, jika dilihat dari angka tingkat konsumsi susu di Indonesia pun juga tergolong masih rendah yakni sebersar sekitar 14,6 liter per kapita. Angka tersebut menunjukkan tingkat konsumsi susu di Indonesia yang mash lebih rendah dibandingkan dengan rata tingkat konsumsi susu di negara tetangga seperti India, Malaysia dan Philipina yang sudah diatas 20 liter per kapita. Hal ini, sesuai dengan yang disampaikan oleh ahli teknologi pangan Made Astawan dalam talkshow tersebut.

Mengkonsumsi makanan kaya protein hewani sejak dini berpengaruh terhadap kecerdasan otak. Terutama bila dikonsumsi semenjak kecil. Sangat disarankan bagi anak terutama pada usai golden age (0-12 tahun) untuk rutin mengkonsumsi makanan mengandung sumber protein seperti susu, daging, telur dan ikan. Menurut dr. Aminfa yang juga hadir sebagai pembicara dalam talkshow tersebut, yang menentukan  kecerdasan bukanlah jumlah sel-sel otak tetapi dari brain connection (synapsis atau sambungan antar neuron). 

Perkembangan synapsis di otak juga berpengaruh dari asupan makanan si anak, semakin banyak synapsis yang dihasilkan, semakin banyak neuron menyatu, sehingga kemampuan otak untuk menyerap dan mengolah informasi akan semakin baik. Dengan kata lain, makin cerdas dan berkualitas otak tersebut. Dokter Aminfa menyarankan, terutama untuk anak usia golden age 1 tahun keatas untuk konsumsi dua butir telur dan satu gelas susu (disarankan susu murni) di pagi hari. Hal ini agar dilakukan agar lebih menjamin asupan gizi terutama protein bagi si anak. 

Kandungan Zat Besi dan Kalsium pada telur dan susu dapat meningkatkan konsentrasi anak. Kebutuhan knsumsi susu tidak hanya untuk anak kecil saja, tetapi juga baik untuk manula. Aminfa menambahkan jika konsumsi susu dan protein lain rutin semenjak kecil, di usia tua dapat memperlampat pelupa pada lansia. Hal tersebut dapat terjadi karena kandungan Zat Besi dan Kalsium yang terdapat pada sumber makanan tersebut. K-35 (ola)

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...