Triple Opening Ceremony Cimory Group





Pada tanggal 7 Juli 2012, bertempat di Cimory Riverside Resto daerah Megamendung, Cimory Group menggelar opening ceremony untuk tiga perusahaan terbarunya, yaitu PT Indosoya Sumber Protein yang merupakan produsen produk berbasis kedelai, PT Cisarua Mountain Dairy yang merupakan produsen produk berbasis susu, dan Cimory Resto Megamendung yang merupakan outlet kedua dari Cimory Resto.

Pabrik PT Indosoya Sumber Protein dan PT Cisarua Mountain Dairy (atau yang dikenal dengan nama Cimory) memiliki pabrik yang luas dan asri berlokasi berdampingan, yaitu di daerah Sentul, Bogor. PT Indosoya Sumber Protein yang memiliki tagline “the rich can eat, the poor can buy” memiliki arti kalangan menengah ke atas bisa mengonsumsi dan kalangan menengah ke bawah mampu membelinya dengan tekad dapat memenuhi kebutuhan protein seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

PT Cisarua Mountain Dairy juga melakukan kerjasama kongkrit dengan bermitra bersama Koperasi Giri Tani yang merupakan peternak susu perah. Cimory membina dan memfasilitasi peternak sapi perah lokal untuk selalu menjaga mutu. Selain itu, Cimory juga dikenal sebagai pembeli susu segar peternak lokal dengan harga tertinggi di Indonesia.

Banyak sekali fasilitas menarik yang ditawarkan Cimory Riverside yakni, áDairy Shop yang kapasitasnya lebih besar, Fun University dimana anak-anak TK atau SD dapat belajar bagaimana cara memasak yang benar, misalnya membuat produk olahan susu yang akan mulai beroperasi mulai bulan September 2012 dan Chocomory yaitu pengunjung dapat mencoba membuat cokelat sendiri. Selain itu ada Riverwalk terpanjang di Indonesia yang bisa disusuri sepanjang 100 meter.

Menurut Axel Sutantio, salah satu Direktur dari PT Cimory Group “alasan kita membuka kembali resto Cimory ini yang berada tidak terlalu jauh dengan resto pertamanya karena masih banyak orang yang datang ke resto cimory satu tidak jadi masuk karena penuh, maka dari itu daerah kita membuat tidak jauh dari sebelumnya”. Untuk menu yang akan dihadirkan di resto Cimory terbaru ini adalah menu-menu Western. Cimory Riverside ini sendiri akan mulai beroperasi setelah Lebaran 2012.

“Kisaran harga yang ditawarkan di resto kedua ini antara Rp 70.000 ľ Rp 80.000 per orang” tambah Axel Sutantio. áDengan pemandangan kali Ciliwung dan kapasitas dari Cimory Riverside ini mencapai 150 tempat duduk dengan 170 ruang parkir mobil, Axel Sutantio optimis resto Cimory kedua ini akan ramai bahkan melebihi Resto pertamanya. Cimory Riverside terdiri dari tiga lantai, dimana 2 lantai pertama untuk restoran dan lantai 3 akan digunakan untuk ruang seminar. áAdi Perdana

 

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...