Program ABC Dapur Peduli Kembali Digelar Ketiga Kalinya





Bertempat di gedung intiland Jakarta, Heinz ABC Indonesia menggelar konferensi pers untuk membagi info tentang komitmen Heinz ABC  untuk melaksakan program ABC Dapur Peduli  yang merupakan program amal tahunan untuk memotivasi kaum ibu untuk bisa berbagi dengan sesama, terutama kaum dhuafa.

Acar ini dihadiri oleh Ari K. Wibowo, Senior Brand Manager Heinz ABC Indonesia, Reh Atemalem Susanti, mewakili Komunitas Ibu ABC Dapur Peduli, Arlina F. Saliman, General Manager Resource Mobilization dari Dompet Dhuafa dan Asep Nurdin, selaku Chief Fundraising Officer (CFO) dari Rumah Zakat.

“Melalui semangat kebersamaan dan semangat berbagi ABC Dapur Peduli, total jumlah paket yang kami distribusikan melampaui target berkat dukungan dan partisipasi masyarakat. Selain target 100.000 paket makanan yang dialokasikan, melalui bantuan dari para ibu dan kontribusi rekan media berhasil menyumbang 24.000 paket tambahan, untuk itu kami sangat berterima kasih sekaligus menyemangati kami untuk melaksanakan ABC Dapur Peduli 2012, “ terang Ari.
Reh Atemalem Susanti juga menjelaskan, “sebagai ibu rumah tangga, saya merasa sangat senang dapat menjadi sukarelawan karena member kesempatan saya untuk berbagi dan saya siap berpartisipasi memberikan dukungan sepenuhnya untuk kesuksesan program ini”.

Menurut Arlina F. Saliman, “kami bangga menjadi bagian dari program ABC Dapur Peduli selama dua tahun berturut-turut karena program ini sejalan dengan visi dan misi Dompet Dhuafa selama ini”. Asep Nurdin menambahkan, “kami sangat senang dapat berkontribusi dalam program ABC Dapur Peduli 2012 sekaligus realisasi kerjasama antara Heinz ABC Indonesia dengan Rumah Zakat untuk pertama kalinya, sekaligus program ini sejalan dengan program Ramadhan yang secara regular kami laksanakan”, tutupnya.

Dalam program ini, terdapat 200-300 orang dari 180.000 orang yang mendaftar di fan page Komunitas Ibu  ABC Dapur Peduli yang akan ikut berpartisipasi dalam program ini.  Aktifitas yang dilakukan komunitas ini bermacam-macam seperti berbagi resep untuk ramadhan. Persentase pembagian paket makanan untuk kaum dhuafa ini 80% untuk daerah jabodetabek dan 20% untuk wilayah Bandung. Adi

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...