Ajang Kompetisi Bergengsi, Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012





Fonterra Foodservices yang merupakan sebuah divisi dari PT. Fonterra Brands Indonesia yang berkonsentrasi kepada sektor B2B (business to business) dari New Zealand pada tanggal 7 Juni 2012 menggelar kompetisi Pastry and Cooking Challenge di Ballroom Flores, Hotel Borobudur. Tujuan dari kompetisi ini adalah komitmen dari Fonterra dalam membantu meningkatkan talenta kuliner di Indonesia.

Kategori yang dikompetisikan yaitu Pastry, Hot kitchen, dan Dress the Cake. Menurut Denny Herdian Ardiwinata selaku National Trade Marketing Manager Fonterra Foodservices, kompetisi ini merupakan perhelatan yang paling dinantikan di dunia kuliner. “Pastry and Cooking Challenge adalah platform yang sangat berguna untuk membuktikan kemampuan mereka dan mampu untuk berkembang di skala industri yang lebih besar.

Para pemenang dari masing-masing kategori tersebut akan memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia di kompetisi internasional Singapore Food and Hotel Asia 2014.

Master Chef Jean Francois Arnaund, Pastry Master Chef MOF, yang menjabat sebagai ketua juri untuk Fonterra Pastry and Cooking Challenge mengungkapkan, “Fonterra memulai kompetisi ini pada tahun 2007 dan ditujukan untuk mendorong dan mengembangkan keahlian Pastry Chef di Indonesia. Para Chef yang berpartisipasi akan melalui proses penilaian yang ketat dan harus mampu menciptakan keseimbangan dalam hal rasa, komposisi, tekstur dan penampilan”.

Ketika ditanya tentang apa yang harus dilakukan orang Indonesia yang tidak terbiasa dengan masakan Eropa, Jean Francois Arnaund menjawab, “masakan Eropa harus di kombinasi dengan masakan asli Indonesia agar orang-orang Indonesia dapat menyukainya”.

Untuk kompetisi Pastry, akan dinilai oleh pemimpin di industri terkait, yaitu Master Chef Jean Francois Arnaund Master Pastry Chef MOF, Chef Manfred Kohlen Senior Advisory Fonterra Asia and the Middle East Asia; dan Chef Rahmat Kusnedi Senior Pastry Chef dan President of Indonesia Pastry Club.

Sedangkan jajaran juri untuk kategori Hot Kitchen Challenge terdiri dari Chef David Warren Advisory Chef Fonterra Asia and the Middle East; Chef Henry Alexy Bloem Executive Chef and President of Indonesian Chef Association (ICA); dan Chef Stef Executive Chef dan anggota Association Chef Professional (ACP)

Selain juri chef profesional, terdapat pula mystery judges yang merupakan konsumen dari kalangan umum dan pecinta kuliner dimana mystery judges ini akan menilai hanya dari segi rasa dan penampilan saja. Adi

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...