Sajian Ala Kaisar Cina di Taste Paradise





Dikemas dengan tajuk fine-dining yang modern, Taste Paradise menyajikan masakan khas dari negeri China yang membawa Anda menikmati santapan bercita rasa Asia yang sarat dengan kemewahan dan keagungan semasa kejayaan para kaisar China di masa lampau.


Taste Paradise
 merupakan salah satu restaurant prestisius yang tergabung dalam Paradise Group Holdings (Seafood Paradise, Paradise Inn, Paradise Dynasty, Paradise Pavilion, Kung Fu Paradise dan One Paradise (catering) ) yang didirikan oleh pebisnis muda sukses asal Singapura, Eldwin Chua (Founder and Chief Executive Officer) dan merupakan salah satu anggota dari Entrepreneurial Organization (EO). Sebagai pengusaha muda, Eldwin telah mendapatkan berbagai apresiasi luar biasa dari media seperti, Straits Time’s “Power List 2010 (under Lifestyle), The Edge Singapore’s “Braun Büffel Trailblazer Series (Sept 2010)” serta “Enterprise Asia” di Channel News Asia. Mengenai pengembangan Paradise Group Holdings ke skala internasional, Eldwin menyampaikan, "Kami memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk membangun bisnis ini ke arah yang lebih tinggi berdasarkan tim yang kuat untuk sebuah ekspansi".

Melihat potensi pangsa pasar yang besar di Jakarta, maka pada awal tahun 2012 Paradise Group Holdings membuka Taste Paradise di Indonesia sebagai restaurant kedua di Asia setelah Singapura. Taste Paradise hadir di Plaza Indonesia yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan prestisius di Jakarta. Seperti yang diutarakan oleh Eldwin Chua, “The first Taste Paradise Singapore was first unveiled in 2006, in the heart of Chinatown. The unknown culinary brand took off well and shot to fame. In 2009, we relocated to the iconic ION Orchard and remain one of the most successful brands till date. Taste paradise Jakarta is the first overseas outlet which the group had launched. Jakarta was the place chosen for the overseas venture being its close proximity and the fine palate of the locals. We believe that taste paradise will be able to satisfy the discerning guests in Jakarta”.

Mengusung keistimewaan masakan negeri China, Taste Paradise memanjakan lidah para penikmat makanan yang memiliki apresiasi tinggi dengan berbagai hidangan yang dipadukan dengan sentuhan klasik dan modern.

Pilihan menu pembuka yang menggugah selera adalah Taste Paradise XO Carrot Cake dan Crackling Pork Belly, dilanjutkan dengan persembahan menu utama unggulan yang menjadikan Taste Paradise begitu popular di Singapura, Classic Superior Shark’s Fin in Supreme Broth accompanied with Crispy Spring Roll served in Japanese Stone Pot. Menu mewah kreasi Eldwin Chua dan sang koki andalan Taste Paradise ini menggunakan 12 ragam bahan berkualitas seperti scallop kering, Mexican clams, old hen, sirip ikan Hiu dan kaldu yang berasal dari saripati ikan hiu yang direbus selama 12 jam. Sup ini disajikan di Stonepot bersama dengan lumpia yang renyah.  K-09

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...