Bagaimana Memulai Bisnis Bakery?





Perkembangan
 bisnis bakery saat ini semakin melonjak, lihat saja semakin banyak usaha bakery yang muncul, mulai dari usaha rumahan hingga usaha bakery skala besar. Kemajuan bisnis bakery mendorong para ibu rumah tangga untuk mulai belajar menggeluti usaha ini.



Pada akhir Mei lalu, BPPTP BULOG menggelar Pelatihan Usaha bakery, kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati HUT BPPTP BULOG yang ke -45. Materi disampaikan langsung oleh pakar yang ahli dibidangnya, yaitu Arief T. Nur Gomo. Acara ini pun bertujuan untuk mengajarkan peserta mengenal dan memulai bisnis bakery, mulai dari keamanan pangan hingga perhitungan harga. Selain itu, peserta juga turun langsung membuat roti dalam skala medium. “Menjalankan usaha bakery tidak hanya memperhatikan rasa dan penampilan roti yang dihasilkan, namun terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan, salah satunya yaitu pengetahuan tentang pasar dan keamanan pangan,” jelas Arief.


Disamping dua hal tersebut, pengetahuan tentang produk bakery pun harus diperhatikan, diantaranya pengetahuan bahan, teknologi pengolahan dan peralatan. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan roti, yaitu tepung terigu, air dan bahan pengembang.  Terigu yang digunakan adalah terigu dengan protein tinggi (11-13%), sedangkan bahan pengembang yang biasa digunakan, yaitu ragi dan baking powder. Pengolahan roti meliputi pencampuran bahan kering, penambahan bahan cairan, pengadonan tahap I, penambahan lemak dan garam, pengadonan tahap II,  fermentasi I, pencetakan, fermentasi II dan pemanggangan. Agar roti yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan, maka prosedur tersebut harus dilakukan berurutan. Hiegenitas dan kebersihan karyawan, bahan baku, peralatan serta tempat produksi harus mendapat perhatian yang lebih dari pelaku bisnis bakery karena kebersihan dapat mempengaruhi daya simpan produk.


Seiring dengan berkembangnya permintaan pasar, kemasan dan label produk makanan menjadi salah satu yang memegang peranan penting. Kemasan dan label sering menjadi faktor yang menentukan diterimanya suatu produk dipasaran. Label dan kemasan pun harus memenuhi syarat, setidaknya terdapat nama produk, komposisi, netto, nama dan alamat pabrik, nomor pendaftaran, tanggal kadaluarsa, dan nilai gizi. Kemudian, evaluasi modal dan biaya perlu dilakukan sebelum memulai usaha karena hal ini yang akan menentukan harga jual produk yang dihasilkan.


Hal lain yang penting dalam memulai bisnis bakery ialah menentukan pasar dan sasaran target yang dituju. Penentuan pasar yang tidak tepat akan berpengaruh terhadap pemilihan bahan baku dan jenis produk yang dihasilkan serta teknik pengemasan dan label yang digunakan. Pemilihan pasar yang tidak tepat juga menentukan berjalan atau tidaknya bisnis tersebut.  Menjalankan suatu bisnis, akan mendorong seseorang menjadi aktif dalam memasarkan produk, maka bergabung dengan suatu komunitas dapat memudahkan untuk memasarkan produk. Keuntunganbergabung dengan komunitas, yakni memiliki kesempatan untuk berpromosi yang lebih banyak dan peluang mendapatkan pasar yang lebih luas. Kiki

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...