Telusuri Kuliner “Langka” dari Kota “Laka-Laka”





Siapa diantara Anda yang tak kenal dengan “Tegal”? Sepertinya sudah tak asing lagi kita dengar kota yang satu ini. Kota yang terkenal dengan “Warteg” dan bahasa “ngapak” nya yang unik ini ternyata menyimpan berbagai kuliner yang sangat menarik dan “langka”. Senada dengan slogan kota nya “Tegal Laka-Laka” yang dalam bahasa Indonesia artinya “Tegal Satu – satunya”.

“Nasi? Ah biasa..” Mungkin Anda sempat berpikir seperti itu saat pertama membaca judulnya, Nasi Lengko. Ya, sejenis nasi yang dipadukan dengan potongan tahu, tempe, mentimun segar, tauge, daun kocai dan bawang goreng, disiram dengan bumbu kacang yang gurih serta ditambah kecap manis, membuat Nasi Lengko ini menjadi makanan favorit yang sederhana namun kaya akan protein. Banyak para perantau mengaku rindu dengan nasi lengko khas Tegal ini, karena jarang ditemukan di tempat lain.
Kuliner berikutnya adalah rujak teplak, yang sepertinya sangat cocok untuk para vegetarian. Berisi sayur-sayuran seperti kangkung, lengguk (daun ketela), kacang panjang, kol, pare dan kecipir. Sekilas tampilannya mirip dengan “pecel”, namun yang membuat rujak ini lain dari rujak yang lain adalah sambalnya yang terbuat dari ketela rebus. Rasa manis dari ketela dipadukan dengan pedasnya sambal menjadikan rujak teplak ini mempunyai rasa yang khas dan pastinya “laka-laka”.

Jika Anda perhatikan, sepanjang perjalanan dari Tegal ke arah Purwokerto, banyak penjual gorengan di kanan – kiri jalan yang di gerobaknya tertulis “Tahu Aci”. Ya, gorengan yang satu ini hanya bisa Anda temui di daerah Tegal dan sekitarnya. Bahan utamanya adalah tahu kuning asli Tegal. Adonan Aci nya ternyata tidak bisa sembarangan dibuat. Komposisi antara tepung kanji (aci) dan campuran amprut (ampas tahu) nya harus pas, agar aci bisa menempel dengan tahu saat digoreng. Hidangan ini sangat cocok untuk disajikan saat berkumpul bersama keluarga, apalagi jika dipasangkan dengan teh hangat. Wow mantaap..!!
Bagi anda penggemar rasa pedas, jajanan yang satu ini patut untuk dicoba: olos. Gorengan yang mulai popular di Tegal sejak tahun 2011 ini sekarang menjadi gorengan wajib pendamping tahu aci. Bentuknya bulat seperti bakso. Kulitnya terbuat dari campuran terigu dan aci, sementara isinya berisi kol dan pastinya cabe rawit. Tapi jangan salah, meskipun kedengarannya kurang begitu menarik, tapi saat Anda mulai merasakan gigitan pertamanya tentu akan ketagihan dengan sensasi pedasnya.

Selain makanan berat, Tegal ternyata juga menyimpan jajanan renyah yang sangat khas, “ Kerupuk goreng wedi” atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Tegal sebagai “Antor”. Wedi adalah sejenis pasir, sangat unik memang jika menggoreng kerupuk dengan menggunakan wedi ini. Selain caranya yang khas, rasanya pun tak bisa diremehkan. Crispy and Delicious!

Setelah kenyang dengan makanannya yang khas, mari kita menjelajah minumannya yang khas pula.
Tegal sangat terkenal dengan tradisi “moci” nya. Saat Anda berkunjung ke Tegal, jangan heran jika langsung disuguhi secangkir teh lengkap dengan pocinya. Ya, teh sudah menjadi minuman wajib bagi warga Tegal. Apalagi jika disajikan dalam keadaan “Wasgitel” (Wangi Panas Legi Kentel). Daerah yang sangat terkenal dengan pabrik Teh nya adalah Slawi. “Sehari saja gak nge-teh, rasanya hidup kurang lengkap”, begitulah kata orang Tegal.

Minuman yang satu ini sangat cocok disajikan saat musim dingin atau malam hari. Terbuat dari gula merah dan asam jawa yang dicampur dengan sedikit air hangat. Kentalnya “serbad” membuat minuman ini penuh sensasi, sedikit saja sudah terasa. Serbad juga berkhasiat untuk melegakan tenggorokan dan menghangatkan badan tentunya.

Minuman khas Tegal berikutnya adalah es lontrong, yang sangat cocok diminum kala cuaca panas, dan haus menyergap. Jika  berjalan – jalan ke Tegal, mampirlah sejenak ke Slawi dan cobalah minuman yang satu ini. Berisi kacang hijau dan agar – agar, disiram dengan air gula berwarna merah dan santan kental membuat es ini bisa dijadikan pilihan pelepas dahaga penunda lapar. Warnanya yang merah merona semakin menambah daya tarik es ini. Sayangnya es ini hanya dijual di satu tempat berupa Lontrong (Lorong) kecil di daerah Slawi, makanya dinamakan es Lontrong.
Selain Es Lontrong, Tegal juga punya minuman lezat lainnya yaitu Es Sagwan. Terbuat dari aci yang dibentuk panjang – panjang seperti mie dicampur dengan gula dan es serut. Bisa ditambah tape dan  roti tawar. Rasanya yang manis – manis legit membuat es ini begitu nikmat diminum saat cuaca terik.
Saat Anda hendak kembali ke kota Anda selepas berkunjung ke Tegal, jangan lupakan oleh – oleh khas Tegal. Kacang Bogares, camilan ini sangat cocok untuk menemani perjalanan pulang Anda. Terbuat dari kacang tanah asli ditambah dengan bumbu bawang. Rasanya yang gurih membuat Anda ingin nambah lagi lagi dan lagi. 
Anda penasaran? Jangan khawatir, berbagai masakan khas Tegal akan disajikan pada kegiatan Festival Budaya Nusantara yang akan diselenggarakan di Lapangan A Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), di Kampus Bintaro, Tangerang Selatan, Banten pada tanggal 1 April 2012. Untuk itu jangan lupa untuk mencicipi kuliner unik dari Tegal ini. Nikmati kulinernya, lestarikan budayanya.Festival Budaya Nusantara 2012, Cintai Budayaku, Sekarang dan selamanya!

Get Adobe Flash player

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...