Industri Bakery Menyambut Ramadhan & Idul Fitri



Kue kering menjadi favorit untuk menyambut lebaran.


Bulan puasa menjadi tantangan tersendiri bagi industri bakery Indonesia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI), Chris Hardijaya, diperkirakan pada awal-awal bulan ramadhan akan terjadi penurunan penjualan produk bakery hingga 40%, “dan akan meningkat kembali 20% pada minggu ke dua dan ketiga,” ujar Chris. Menurutnya produk yang paling terpukul adalah roti dan kue tradisional. Sedangkan untuk cake dan kue kering justru sebaliknya. Bulan ramadhan menjadi berkah untuk kedua produk tersebut. “Jadi tidak aneh jika outlet bakery sebagian beralih ke kue kering. Sedangkan untuk pengusaha bakery kecil, umumnya memilih tutup,” tambah Chris. Mayoritas industri bakery di Indonesia didominasi oleh industri kecil menengah dengan modal dan produksi yang masih terbatas.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ramelan Hidayat, Presiden ABI (Asosiasi Bakery Indonesia) awal Agustus lalu. Ramadhan kali ini seakan semua orang ingin memperoleh keberkahan, baik dari sisi jasmani dan rohani, dan materi yang memang sangat dibutuhkan. Banyak bisnis baru dan musiman yang hanya muncul di bulan ini, termasuk penyedia kue-kue lebaran musiman.

Menurut Ramelan jenis bakery ada tiga yakni roti, cake dan cookies, ketiga jenis bakery ini memiliki tren permintaan yang berbeda hingga Lebaran/Hari Raya nanti. “Tren konsumsi roti selama bulan puasa akan menurun, orang akan lebih memilih nasi daripada roti untuk menu berbuka kecuali memang ada beberapa orang yang berpuasa dan memilih roti untuk makanan berbuka,” jelas Ramelan. Berbeda dengan tren kenaikan permintaan cake dan cookies yang semakin mendekati Hari Raya permintaanya semakin banyak. “Berbagai jenis cake dan cookies lebih banyak dipilih orang untuk disajikan saat Hari Raya atau menjadi hantaran panganan bagi sanak saudara,” sambung Ramelan.

Hambatannya?

Menurut Ramelan kenaikan bahan baku yang selalu terjadi setiap tahun. Meskipun target produksi besar, kenaikan harga bahan baku selalu dihadapi oleh pengusaha roti dan kue ini. Bahan-bahan utama seperti telur, terigu, dan gula harganya terus naik hingga menjelang Hari Raya. Sementara itu Chris mengungkapkan bahwa kenaikan tarif dasar listrirk (TDL) menjadi isu tersendiri yang membuat was-was pengusaha bakery. K-09 & K-12

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...