Delivery Services Trend



 

Tingkat kesibukan yang meningkat, merupakan faktor utama restoran cepat saji menjamur keberadaannya. Tidak hanya di kota-kota besar, restoran cepat saji ini juga merambah ke daerah-daerah dengan warga lokal sebagai pemilik gerai. Jika diperhatikan dengan seksama, menu utama yang ditawarkan oleh berbagai restoran cepat saji cenderung sama yakni ayam goreng dan olahannya, serta burger. Lantas apa yang membedakan antar satu restoran cepat saji dengan yang lain? Banyak yang menjawab, fasilitas dan service atau pelayanan yang diberikan oleh masing-masing outlet fastfood kepada para pelanggan.
Perkembangan sektor jasa terus meningkat dari tahun ke tahun.

Makin kompetitif persaingan, makin banyak pula inovasi yang dilakukan. Restoran cepat saji tidak hanya mengandalkan menu-menu yang inovatif, tetapi juga pelayanan ekstra yang dapat menarik hati para pelanggan. Jika dulu, restoran cepat saji hanya bisa dinikmati di siang atau sore menjelang malam saja, sekarang banyak restoran fastfood yang non stop 24 jam melayani pelanggan. Jika dulu pelanggan harus datang langsung ke restoran tersebut untuk membeli makanan yang diinginkan, maka sekarang layanan pesan antar (delivery service) dapat digunakan untuk memudahkan pelanggan yang tidak ingin susah payah pergi ke outlet.

Layanan pesan antar, merupakan layanan yang sangat dimanfaatkan oleh para pelanggan. Pelanggan dapat memesan makanan yang diinginkan hanya dengan menelpon dan kemudian makanan akan segera diantar ke lokasi dimanapun pemesan berada. Seperti layanan Pesan Antar 14022 milik KFC (Kentucky Fried Chicken) yang beroperasi 24 jam. “Layanan pesan antar ini untuk memudahkan para pelanggan yang ingin menikmati KFC di rumah,” cerita HD & Catering Support Manager PT Fastfood Indonesia Tbk., --sebagai pemilik resmi lisence KFC, Heri Susilo Utama. Sejak tahun 90-an layanan ini sudah ada. Pelanggan cukup menelpon store KFC terdekat, memesan apa yang diinginkan kemudian menunggu 30 menit, pesanan datang. Hanya 227 store dari sekitar 400 store KFC yang menyediakan layanan ini. “Layanan sangat dibutuhkan di kota-kota besar, dengan tingkat kesibukan yang cukup tinggi. Store yang berdekatan tidak semuanya melayani pesan antar. Daerah-daerah tingkat II (Kotamadya) juga tidak begitu memerlukan layanan ini, jadi tidak kami sediakan,” terang Heri. Jumlah call order yang masuk setiap harinya mencapai ribuan, apalagi jika bulan puasa. Call order bisa dua kali lipat jumlahnya dari hari biasa. Lunch hour adalah peak hour untuk delivery service di hari biasa, dan saat berbuka merupakan peak hour saat bulan puasa. Hambatan yang kini dialami oleh PT Fastfood Indonesia Tbk. (PT FFI), adalah armada dan rider. “Tidak semua pemesan terlayani tepat waktu untuk delivery service pada peak hour. Karena keterbatasan armada dan orang yang mengantar (rider), pesanan akan datang lebih lama dari waktu yang dijanjikan (lebih dari 30 menit),” kata Heri. Untuk menyiasati hal ini, terutama untuk menyambut Bulan Ramadhan, PT FFI siap menambah armada dan rider untuk meng-cover permintaan konsumen yang banyak saat jam berbuka puasa.

Teknologi call center digunakan oleh pihak FFI sejak tahun 2004, “Jadi konsumen tidak perlu menghafal nomor-nomor store yang menyediakan layanan antar, tetapi hanya dengan menekan 5 angka saja (14022-red) pesanan akan segera diantar,” ujar Heri. K-12

Artikel Lainnya