Peluang Bisnis Makan Sahur



 

Di bulan Ramadhan, apapun bisa dijadikan lahan rejeki. Asalkan, Anda jeli melihat peluang dan mengamati perubahan gaya hidup masyarakat.

Ungkapan Ramadhan membawa berkah rasanya memang tepat. Tengok saja, sepertinya apapun bisa dijadikan lahan mencari tambahan rizki. Bahkan, omzetnya bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya. Dari bisnis kue kering, bisnis makanan takjil, hingga bisnis katering sahur.

Peluang pasar terbuka luas, karena selama bulan puasa terjadi perubahan gaya hidup. Baik kebiasaan sahur, buka puasa, kegiatan silahturahmi, bahkan kegiatan ibadah terasa lebih intens. Salah satu bisnis yang saat ini sedang naik daun, adalah bisnis saat sahur, yang salah satunya katering sahur.

Saat ini banyak ibu rumah tangga perkotaan yang sekaligus sebagai wanita bekerja, yang terkadang tak punya waktu untuk menyiapkan santapan sahur bagi keluarganya. Mereka biasanya mengandal kan makanan beku siap olah (frozen food) atau fast food. Dengan begitu kebutuhan gizi selama berpuasa, sudah pasti akan berkurang.

Untuk situasi seperti ini, kehadiran katering sahur sangat diandalkan. Selain tidak perlu pusing memikirkan menu, para ibu ini pun cukup lega, karena zat gizi keluarga selama berpuasa seharian, sebagian besar terpenuhi. Anda tertarik untuk berbisnis katering sahur? Langkah berikut bisa jadi jawabannya.

Pemilihan menu

Untuk memulai bisnis ini, yang pertama kali harus dilakukan adalah pemilihan menu. Menentukan menu sahur, biasanya lebih sulit dibandingkan menu buka puasa. Pasalnya, jam sahur adalah jam di mana banyak orang masih merasa malas untuk bersantap. Makanya, perlu ada suntikan makanan yang benar-benar menggugah selera.

Bukan itu saja, makanan untuk sahur juga harus memenuhi syarat gizi yang dibutuhkan selama berpuasa. Jika pada hari biasa orang makan tiga kali sehari, maka pada saat berpuasa pola makan tersebut berubah, hanya dua kali sehari. Inilah yang harus disiasati, yaitu bagaimana menjaga agar asupan gizi seimbang tetap seimbang dengan pola makan hanya dua kali. Nah, sahur menjadi kuncinya.

Dalam kondisi normal (tanpa penyakit), kebutuhan kalori pria 1.700 – 2.000 kalori, sedangkan wanita antaran 1.500 – 1.700 kalori. Pada saat puasa, 60% kebutuhan tersebut didapat pada saat makan sahur. Jadi, usahakan menyusun menu sahur yang memenuhi standar tersebut. Bila perlu minta bantuan ahli gizi, agar menu sahur yang Anda siapkan bukan hanya lezat tapi memenuhi syarat.

Biasanya lambung manusia hanya mampu menerima 40% makanan baik pada saat sahur maupun berbuka. Dengan demikian, alokasi sisanya yaitu 20%, idealnya digantikan dengan porsi buah-buahan. Karena, buah dinilai memiliki kandungan karbohidrat sederhana serta kaya akan vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral di dalam buah jugalah yang berperan dalam menyuplai stamina tubuh yang hilang selama berpuasa. Untuk itu, ada baiknya Anda juga menyiapkan buah-buahan sebagai bagian dari menu katering sahur Anda. Pilih buah yang menyumbang kalori besar, seperti pisang, apel, dan pir.

Agar tidak pusing, tentukan pilihan menu sahur selama sebulan penuh. Dengan begitu, Anda bisa sekaligus menyebarkan pilihan menu tersebut ke konsumen. Jadi, kalau ada yang merasa tidak cocok, bisa diganti di awal. Hal ini tentu saja bisa mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, di tengah perjalanan bulan puasa, ada konsumen yang komplain atau tidak suka dengan pilihan menu yang Anda sajikan. Anda bisa mengingatkan kembali dengan menu sebulan yang Anda buat.

Syarat lain yang harus dipenuhi adalah kesegaran menu yang Anda sajikan ke konsumen. Pastikan setiap hidangan yang sampai di tangan konsumen, masih tetap fresh atau hangat seperti ketika baru matang. Perlu diingat, jam sahur adalah jamnya orang masih malas makan. Jadi, konsumen tentu membutuhkan makanan hangat dan tampak mengiurkan.

Murah meriah, sarat fasilitas

Setelah menu tersusun dengan rapi, hal berikut yang harus Anda siapkan adalah menentukan harga. Penentuan harga memang menjadi hal tersulit yang harus dilakukan. Mengapa? Dengan harga bahan baku yang kian melonjak di pasaran, tentu saja membuat Anda harus menghitung dengan seksama, agar tidak mengalami kerugian.
Dalam hal ini, Anda juga harus jeli melihat pasar, karena, persaingan harga sepertinya juga jadi patokan para konsumen untuk memilih katering sahur Anda. Pastinya, mereka cenderung memilih katering dengan menu lengkap, namun dengan harga yang pas di kantong.

Buat pilihan paket harga. Misalnya, untuk menu lengkap dengan buah atau menu lengkap tanpa buah. Sebaiknya, harga yang Anda putuskan tidak terlalu mahal namun konsumen merasa menu yang Anda sajikan tetap lengkap. Kalaupun harus mahal, tetapkan fasilitas apa saja yang akan Anda berikan lewat menu Anda, misalnya cantumkan isi paketnya.

Selain harga, kepraktisan juga jadi andalan konsumen untuk memesan menu sahur di katering. Jadi, mau tidak mau sebagai pengusaha katering sahur, Anda harus siap untuk mengantarkan pesanan ke tempat tujuan dengan selamat. Artinya, Anda harus menyiapkan tenaga pengantar.

Sistem antar ini juga yang menjadi kunci sukses katering sahur Anda. Apalagi, jam sahur terbatas, jadi setiap konsumen tentu mau dilayani dengan cepat dan tepat waktu. Pikirkan waktu pengantaran, agar tidak terlambat sampai di konsumen. Jika Anda pemain baru dalam bisnis ini, sebaiknya Anda tidak melayani konsumen yang lokasinya jauh dari rumah Anda. Lebih baik melayani yang lokasinya di dekat rumah terlebih dulu. Jumlah sedikit tidak masalah, asalkan konsumen puas dengan sistem pelayanan katering Anda. Dengan begitu, kualitas katering Anda akan semakin dipercaya. Jika Anda memang belum punya tenaga pengantar sendiri, Anda bisa menggunakan jasa kurir. Namun, dalam hal ini Anda tetap harus berhati-hati. Pilih kurir yang bisa dipercaya, dan tepat waktu. Mel

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...