Berkibarnya Cokelat di Hari Raya



 

Cokelat memiliki pasar yang luas, komoditas ini disukai anak-anak hingga orang tua. Menurut International Cocoa Organization (2003), Brazil termasuk ke dalam Negara pengkonsumsi cokelat utama dengan total konsumsi 105,2 ribu ton atau 0,6 kg/kapita (2001-2002). Di bawahnya yaitu Pantai Gading (8,5 ribu ton), Ghana (10 ribu ton), Nigeria (14 ribu ton) dan Indonesia (12 ribu ton).

Cokelat sangat mudah untuk dikreasikan menjadi bentuk apapun, hal ini yang membuat makin banyaknya produsen dan produk olahan cokelat di pasaran. Hal ini juga yang membuat PT Federal Food Internusa secara profesional ikut dalam bisnis cooking chocolate ini. Dengan brand Elmer, PT Federal Food Internusa mencoba merebut pasar cokelat nasional dengan berbagai produk compound cokelat dan variannya. “Cokelat Elmer memiliki kualitas premium dengan kadar cokelat yang lebih tinggi dari cokelat lainnya, cocok untuk para baker dan pecinta cokelat,” promo Raymon Yunanta, Marketing PT Federal Food Internusa. Varian jenis cokelat Elmer sangat banyak, ada cokelat dark dan white compound, cokelat untuk coating (Elmer Easy Coat), cokelat celup (Elmer Dip Chocolate), cokelat untuk filling, cokelat bubuk, hingga cokelat untuk dekorasi seperti chocolate chips, chocolate crispy ball, dan chocolate rice. Elmer menyediakan berbagai jenis cokelat untuk berbagai aplikasi yang dibutuhkan oleh industri bakery. Dengan harga yang kompetitif dan kualitas premium, cokelat Elmer yakin secara perlahan dapat mangambil pasar cokelat nasional.

Menurut Raymon, cokelat sangat berperan dalam beberapa industri terutama untuk industri bakery. Hampir semua produk bakery menggunakan cokelat, baik untuk campuran, filling, coating, dipping, topping, maupun decorating. Melihat peluang bisnis bakery yang sangat menjanjikan di Hari Raya, cokelat Elmer tidak menyiakan kesempatan ini. Bisnis cokelat hingga menjelang Hari Raya untuk produk-produk bakery sangat menguntungkan menurut Raymon. Permintaan bisa datang hingga dua kali lipat dari hari biasa. Permintaan cokelat pada bulan puasa hingga mendekati Hari Raya sangat tinggi, kapasitas produksi cokelat Elmer pasti meningkat untuk memenuhi permintaan pasar akan cokelat. “Elmer mengejar pasar untuk konsumen menengah ke bawah yang permintaanya sangat tinggi” jelas Raymon.

Dengan bahan baku cokelat yang langsung diimpor dari Ghana dan dengan kandungan liquor cokelatnya yang mencapai hingga 66%, Elmer yakin produknya sangat berkualitas dan dapat bersaing dengan cokelat lain di pasaran. K-12

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...