Tips Memilih Kecap



 

Kecap merupakan salah satu produk fermentasi. Termasuk ke dalam jenis saus, kecap memiliki flavor unik yang memang diddesain dan cocok untuk melengkapi kesempurnaan masakan Indonesia. Indonesia memiliki dua jenis kecap yakni kecap asin dan kecap manis. Kecap asin secara alamiah memiliki rasa asin dan gurih, dapat ditambahkan pada masakan sebagai pengganti garam dan penyedap rasa.
Berbeda dengan kecap asin, pada proses pembuatan ditambahkan gula kelapa/aren sehingga kecap manis bertekstur kental, berwarna gelap dan rasanya sangat manis.

Kecap menjadi satu bagian yang wajib ditambahkan ke dalam makanan bagi pecinta masakan manis. Penggunaannya beragam: ada yang dicampurkan ke dalam masakan, ada yang digunakan sebagai topping, ada pula yang hanya dicocol pemakaiannya. Konsumsi kecap juga tidak sedikit dan sudah menjadi bagian dari masakan Indonesia.

Kedelai menjadi bahan baku utama yang digunakan untuk membuat kecap. Baik itu kedelai hitam atau kedelai kuning dapat digunakan untuk membuat kecap, kandungan gizi masing-masing kedelai juga tidak jauh berbeda.

Menurut Monica Solichien, Technical Service Director
PT Heinz ABC Indonesia, mula-mula kedelai di fermentasi dengan kapang Aspergillus oryzae selama 40-45 jam. Fermentasi awal yang bertujuan untuk menumbuhkan kapang ini lalu dilanjutkan dengan fermentasi kedua (Moromi fermentasi) yang berlangsung selama 4 bulan. Proses fermentasi berbulan-bulan ini dimaksudkan untuk membentuk flavor dan aroma kecap yang khas, protein dari soy bean juga akan terpecah dengan sempurna. Hasil fermentasi kemudian dipress dan hasil perasan ini yang dinamakan sari kecap. Untuk mendapatkan kecap manis, sari kecap akan dicampur dengan gula kelapa/gula aren kemudian dimasak (dipasteurisasi) dan terakhir dikemas.

“Proses pembuatan kecap kami memakan waktu yang cukup lama. Sekitar 4 bulan kecap kami baru bisa dipasarkan. Kami menganut cara Jepang dalam proses membuat kecap, sehingga kecap kami cukup berbeda,” cerita Monica.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan kecap, yakni kemurnian kapang yang digunakan, kualitas bahan baku yang premium, serta kondisi prosesing parameter yang harus dijaga, “Hal ini yang dapat menentukan keberhasilan dan kualitas kecap yang akan dihasilkan,” tambah Monica. FB. Yunita

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...