Gurihnya Martabak Telur Air Mancur



Ditranslasikan dari situs wikipedia, martabak berasal dari kata Murtabak atau Mutabbaq yang dalam bahasa Arab berarti ‘lipatan’. Merupakan hidangan asli dari India yang tersebar melalui perdagangan Muslim hingga Asia Tenggara. Hidangan ini juga bisa dijumpai di beberapa negara seperti Arab Saudi, Yaman, Thailand, Malaysia, juga Indonesia. Beda lokasi, beda juga penyajiannya, terutama untuk isian martabak yang tentu saja bervariasi.

Termasuk ke dalam jenis street food, martabak memang dijual dengan menggunakan gerobak yang mengambil lokasi pasti di pinggir jalan. Di Indonesia sendiri, martabak masih menjadi kudapan favorit keluarga. Ada dua jenis varian martabak di Indonesia, yakni martabak manis atau terkenal dengan nama terang bulan dan martabak asin/gurih yang biasa orang menyebutnya martabak telur.

Sedikit melenceng dari konsep street food, Martabak Air Mancur memang mengambil tempat di pinggir jalan, tetapi tidak menggunakan gerobak dorong untuk menjajakan martabaknya. Layaknya mini kafe yang menyajikan martabak sebagai menu utamanya. “Martabak selalu dipesan take away oleh pengunjung, sembari menunggu martabak yang dipesan tidak ada salahnya jika duduk dan mampir dulu ke kafe kita,” ujar Lastri Sundari, Manager Store Martabak Air Mancur Bogor.

Sejak tahun 1993 Martabak Air Mancur ikut meramaikan kuliner Bogor, menyediakan dua jenis martabak dengan berbagai varian rasa. “Selain martabak manis dengan bermacam variasi isian, martabak telur disini tidak pernah sepi peminatnya. Isi martabak yang tebal dan kulitnya yang tipis crispy, ditambah dengan siraman kuah cuka khas Martabak Air Mancur, membuat martabak telur di sini selalu dicari,” promosi Lastri.

Kepada KULINOLOGI INDONESIA, Lastri berbagi sedikit tips bagaimana menyajikan martabak telur yang lezat.

Salah satu kesulitan dalam membuat martabak telur adalah terletak pada kulitnya. Kulit martabak harus dibuat tipis agar kering dan renyah setelah digoreng. Bahan kulit terdiri dari tepung terigu protein tinggi, air, margarin, ditambah garam kemudian diuleni hingga kalis dan elastis. Pengadukan harus pas, tidak terlalu lama atau terlalu cepat. Adonan diaduk hingga lembut, tidak lengket dan kalis, lalu adonan dipotong, dibulat-bulatkan dan diolesi dengan margarin kembali. Margarin sebagai lemak diperlukan agar adonan menjadi lebih empuk dan juga untuk memperkuat gluten. Setelah diolesi margarin, adonan diistirahatkan untuk proses pengembangan. Untuk membuat kulit yang tipis dan tidak robek, sangat diperlukan latihan yang kontinyu. Pembentukan adonan kulit bisa dilakukan di meja marmer yang dioles minyak supaya tidak lengket. Dan setelah itu adonan kulit siap untuk digoreng.

Tahap selanjutnya yaitu membuat adonan isi yang terdiri dari campuran telur, bawang bombay, daun bawang, daging, dan bumbu-bumbu (merica, garam, penyedap rasa). Telur bebek lebih banyak digunakan daripada telur ayam. “Ukurannya lebih besar, rasanya lebih gurih, lebih berlemak, jadi cocok untuk martabak, tetapi terkadang ada juga pengunjung yang minta menggunakan telur ayam daripada bebek,” simpul Lastri.

Proses akhir yaitu menggoreng martabak. Cara menggorengnya cukup simple, adonan kulit yang telah berbentuk lembaran diletakkan pada wajan datar dan lebar yang sudah diberi sedikit minyak goreng. Setelah itu adonan isi dituang ke atas lembaran adonan kulit yang kemudian, lipat sisi kanan dan kirinya, lalu goreng dengan cara menyiram-nyiramkan minyak diatasnya hingga garing dan kecoklatan. Martabak siap dipotong dan disajikan dengan kuah cuka dan acar sebagai pelengkap.

Telur bebek sangat penting bagi Lastri untuk usaha martabaknya. Telur yang dibelinya sangat menentukan hasil martabak yang dibuatnya. “Kami menggunakan suplier tetap yang secara kontinyu dapat memasok kebutuhan telur bebek kita yang mencapai 500 butir setiap harinya,” tambah Lastri. Telur yang digunakan dijamin kesegarannya, karena Martabak Air Mancur tidak pernah men-stok telur dalam jumlah yang banyak.

Inovasi juga terus dilakukan oleh Martabak Air Mancur. Selain martabak telur isi daging sapi, disini juga menyediakan beberapa isian lain diantaranya martabak telur isi daging ayam, kornet, dan seafood dengan campuran paprika. K-12

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...