OVN : Sistem Kendali Mutu yang Masuk Akal



Telur adalah bahan makanan yang berkualitas, karena telur mempunyai kandungan nutrisi tinggi (khususnya protein) dengan nilai kecernaan yang baik. Oleh sebab itu telur dikenal sebagai suplemen alami. Komposisi nutrisi yang unik menjadikan telur bukan hanya sebagai bahan nutrisi, namun juga sebagai bahan baku produk pangan. Sifat kimia telur yang dapat digunakan sebagai bahan emulsifier, bahan pengembang, dan texturance menjadi dasar telur sebagai campuran bahan kue, es krim, pasta dan produk pangan lainnnya.

Telur adalah bahan pangan alami, merupakan produk ternak unggas, yang dalam tinjauan alami, telur adalah media untuk pertumbuhan embrio unggas, sehingga tidak disangsikan bahwa telur mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi baik protein, asam lemak, mineral dan vitamin. Sebagai media tumbuh embrio, kandungan nutrisi telur mempunyai nilai kecernaan yang tinggi, protein telur sangat mudah diserap tubuh, demikian juga dengan mineral dan vitamin.
Sebagai bahan pangan alami, telur mempunyai potensi pembawa bibit penyakit, khususnya Salmonella spp dan E coli. Hal ini disebabkan kedua jenis mikroba tersebut dapat ditransfer melalui telur oleh induk ayam. Di samping itu penanganan peternakan yang kurang baik, akan mengakibatkan kualitas telur yang rendah, misalnya penggunaan antibiotik yang berlebihan, kondisi kandang yang kurang bersih dan penanganan telur selama proses penyimpanan dan perjanan ke konsumen. Beruntunglah saat ini telah dikenal acuan peternakan yang baik atau Good Farming Practice yang dapat digunakan oleh para peternak guna mendapatkan kualitas telur yang baik.
Dalam perkembangannya, kandungan nutrisi telur dapat dimodifikasi sesuai dengan kehendak manusia. Kadar asam lemak tidak jenuh dapat dimodifikasi dengan memberikan pakan yang sesuai, demikian pula dengan kandungan vitamin.

Kualitas telur diartikan sangat beragam dan berdasarkan survey konsumen di Eropa, seperti yang dimuat dalam ”Food Quality Parameters” tahun 2001, konsumen Eropa menterjemahkan kualitas telur dalam beberapa parameter dan skor (0 – 10) yaitu kesegaran (9.24), keamanan (8.76), dan nilai nutrisi (8.35). Parameter tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga (6.09) dan merek (4.31). Hasil survey tersebut dapat dipahami, mengingat kualitas telur akan terdegradasi sesuai dengan lama penyimpanan. Bahkan beberapa rekomendasi pemakaian telur berkaitan erat dengan kesegaran, misalnya untuk menghasilkan konsistensi yang baik pada telur mata sapi, direkomendasikan penggunaan telur sebelum melewati 10 hari dari waktu bertelur (laying date). Dan untuk omelet dapat digunakan dengan telur yang ”berumur” sampai 20 hari, sedangkan untuk pembuatan kue dapat digunakan yang berumur 27 hari. Beberapa negara menerapkan standar ”umur” telur adalah 27 – 30 hari saja dari laying date.

Berbekal dari pemahaman proses produksi telur, DSM Nutritional Products sebagai produsen bahan nutrisi terbesar, mengembangkan konsep gugus kendali mutu yang dikenal dengan nama OVN (Optimum Vitamin Nutrition). Nama ”vitamin” dipilih karena produk OVN mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk telur biasa.

OVN adalah konsep gugus kendali yang diterapkan dibeberapa negara antara lain Jepang, Spanyol, Belanda, Swiss, Amerika, Brazil, China, India, Thailand dan Indonesia. Sistem OVN juga diadopsi oleh peternak China guna meningkatkan kepercayaan konsumen pasca skandal pangan melamin. Konsep OVN juga diterapkan di India sebagai gugus mutu untuk produk telur yang akan di ekspor ke Jepang.

Sebagai pelaku industri peternakan, DSM Nutritional Products memahami cara untuk menghasilkan telur yang berkualitas melalui kaidah Good Farming Practice, yaitu dengan metode budidaya dan kendali kesehatan hewan yang baik serta pemberian makanan yang berkualitas. Dan dengan bekerjasama dengan lembaga riset atau lembaga konsumen independen, DSM mencoba memahami parameter yang menjadi perhatian konsumen.

Advokasi DSM melalui konsep OVN juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas ternak, hal ini sangat dimungkinkan karena dengan menjaga kesehatan ternak dan pemberian pakan berkualitas akan mengakibatkan produktifitas ternak meningkat. Dalam pengamatan aplikasi konsep OVN di China, peternak mendapatkan telur 2% lebih tinggi dari biasa, artinya untuk setiap 100 ekor ayam akan dihasilkan lebih dua butir telur setiap harinya.

Konsep OVN juga bermanfaat untuk konsumen, pada tahun 2006 jaringan hipermarket Metro di Itali mengadopsi OVN guna menghadirkan produk hewan yang aman dalam jaringan ritelnya. Demikian pula dengan beberapa hotel dan katering di China mengadopsi konsep OVN guna menjaga kepercayaan konsumen serta mengurangi resiko buruk atas skandal pangan. Sebagai langkah pendukung, DSM menghadirkan iCheck dan PremiTest. iChek adalah metode test cepat (rapid test) untuk menguji kadar antioksidan dalam telur, sehingga umur telur dan kandungan nutrisi dapat diukur dengan pasti. Sedangkan PremiTest adalah rapid test guna menguji kandungan kontaminasi bakteri atau antibiotik. iChek dan PremiTest dapat digunakan dengan mudah dan cepat sehingga dapat digunakan oleh pelayan hotel, katering ataupun industri ritel guna menjamin kulitas telur dan meningkatkan kepercayaan konsumen. PremiTest dan iCheck mendapatkan penghargaan tertinggi dalam Inovasi Industri Peternakan Eropa tahun 2009 yang lalu.

Produk OVN hadir melalui kerjasama antara DSM dengan para peternak dan pemasok produk telur di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dan untuk menhadirkan produk berkualitas ala OVN, DSM bekerja sama dengan lembaga sertifitasi mutu dan laboratorium uji untuk menjamin kualitas dan independensi. Konsep OVN hadir guna menjawab tantangan akan sistem kendali mutu produk ternak yang rumit dan mahal. DSM Nutritional Products

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...