Bersiap untuk Indonesia Chef of The Year 2012





Acara talk show Indonesia Chef of The Year 2012 yang berlangsung di Hotel Dharmawangsa Jakarta 24 Februari 2012 menghadirkan Chef Vindex Tengker sebagai Brand Ambassador Unilever Food Solution Indonesia , Chef Widhi Justiarto sebagai Executive Chef Unilever Food Solution Indonesia, Adam Djokovic sebagai Managing Director Unilever Food Solution Indonesia serta Joko Soedibyo Ketua Jurusan Pariwisata Universitas Trisakti.  Acara ini khusus diadakan untuk memperkenalkan tentang Chef of The Year 2012.  Chef Widhi menjelaskan bahwa acara Chef of The Year 2012 merupakan kompetisi yang diadakan di empat kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.  Ajang kompetisi ini memiliki konsep “The Secret Ingredient is You” yang berarti untuk menciptakan suatu maha karya kuliner, chef lah yang bisa menentukan “bahan rahasia” yang akan digunakan. Selain itu kompetisi ini pun ditujukan untuk para chef yang memiliki impian untuk menjadi chef terbaik.  Kompetisi ini ditujukan kepada mereka yang ingin menunjukkan kemampuan dan kreatifitas mereka dalam menyajikan masakan.  Para chef senior maupun junior  dapat mengikuti kompetisi ini, selain itu bagi para mahasiswa jurusan kuliner pun bisa terjun langsung dalam kompetisi ini.
 
Sedangkan Chef Vindex menegaskan ajang kompetisi ini berskala Internasional dimana pemenangnya akan diakui secara internasional, dan tidak membatasi resep yang diciptakan berasal dari daerah atau negara mana.  Peserta kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu chef senior dan chef junior.  Mereka yang memiliki pengalaman kuliner professional selama 5 tahun atau lebih termasuk dalam kategori chef senior sedangkan mereka yang memiliki pengalaman kuliner professional selama kurang dari 5 tahun dengan maksimal usia 25 tahun termasuk dalam kategori chef junior.

Chef of The Year 2012 merupakan lanjutan dari kegiatan kompetisi Salon Cullinaire di Bali yang diadakan pada  tanggal 1-3 Maret 2011 lalu oleh Bali Culinary Profesional. Tidak jauh berbeda dengan Chef of The Year 2012, Salon Cullinaire pun merupakan ajang perlombaan bagi para chef dan ahli kuliner seluruh dunia dalam menunjukkan kreatifitasnya, serta menunnjukkan ide-ide dan inovasi terbaru mereka.  Ajang kompetisi Chef of The Year 2012 ini mendapat dukungan dari beberapa asosiasi chef di Indonesia, seperti Association of Culinary Profesional (ACP), Indonesian Chef Association (ICA), dan Bali Culinary Professional (ACP) serta hotel dan sekolah tinggi pariwisata seperti Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Seleksi awal Chef of The Year 2012 akan diadakan di empat kota besar, seleksi pertama dilangsungkan di Jakarta pada tanggal  26 Maret  di STP Trisakti lalu Bandung 2 April 2012 di STP Bandung, Surabaya pada tanggal 9 April 2012 di Universitas Ciputra dan seleksi  terakhir di STP Negeri Bali yang akan dilaksakan pada tanggal 16 April 2012.  Adapun yang termasuk kriteria penilaian, yaitu sanitasi atau kebersihan, perencanaan resep atau penggunaan produk-produk Unilever Foods Solutions, presentasi atau tampilan hidangan serta rasa hidangan yang harus sesuai dengan standar.

Selain membantu menyediakan sarana untuk berbagi pengalaman dan menggali ide-ide serta inovasi baru dalam kompetisi ini pun Unilever Food Solution menyediakan hadiah menarik bagi pemenang, yaitu berupa uang tunai dan kesempatan bertemu dengan Marco Pierre White di Singapore.  Marco Pierrre White adalah seorang juru masak ternama yang berasal dari Inggris.  Ia memiliki keterampilan yang luar biasa dalam dunia kuliner.  Marco Pierre White telah menjadi juru masak termuda yang menerima penghargaan Michelin. Namun sejak tahun 1999 Ia telah pensiun menjadi chef dan bersama dengan Jimmy lahoud membangun restoran di London.  K-11

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...