Telur Sehat dengan Pemberian Probiotik



Produk telur unggas lokal sudah siap memasuki pola pemasaran menuju pasar premium. Telur secara perlahan terangkat citranya menjadi sesuatu yang lebih berkelas dan sehat. Target marketnya juga semakin jelas, segmen konsumen semakin luas, dengan kalangan elit juga berkelas kini mengkonsumsinya. Telur dengan klaim ‘sehat’ marak beredar di pasaran. Label ‘telur sehat’, ’mengandung omega-3’, ’mengandung DHA’ sekarang mudah ditemui di kemasan-kemasan telur yang mengaku sehat yang banyak dijual di pasar Indonesia, mulai dari mini hingga super market. Telur ber-omega atau telur yang mengandung DHA sudah banyak dijumpai dipasaran, bagaimana dengan telur probiotik organik? Christopher Emil Jayanata dari Pronic Indonesia, menjelaskannya pada KULINOLOGI INDONESIA.
Maksud awal pemberian probiotik pada usaha peternakan ayam Probiotik-Organik/Pronic ini adalah untuk menghasilkan ayam-ayam yang sehat, dan tidak rentan terhadap penyakit. Konsumsi probiotik yang dicampurkan pada pakan ayam intinya sama seperti konsumsi probiotik oleh manusia. Pangan probiotik adalah pangan yang mengandung mikroorganisme hidup yang secara aktif meningkatkan kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroflora usus jika dikonsumsi dalam keadaan hidup dalam jumlah yang memadai (Fuller, 1989). Bakteri probiotik terbukti aman dan bermanfaat untuk manusia. Konsep ini yang juga dipakai oleh Emil untuk menyehatkan ayam-ayamnya. Pemberian probiotik yang dicampur dalam pakan ayamnya dengan level tertentu terbukti menjadikan ayamnya sehat dengan kualitas daging nomor satu. “Saat wabah flu burung merebak, ayam kami di salah satu sentra peternakan yang diberlakukan pemberian probiotik dan herbal ini terbukti tidak terkena wabah. Ayam kami sehat, tetapi sentra ayam milik tetangga yang berdekatan banyak yang mati,” cerita Emil.

Telur yang berkualitas dihasilkan dari ayam yang berkualitas pula. Ayam dengan pemberian probiotik dan herbal telah dibuktikan oleh Emil memberikan hasil yang optimal dilihat dari daging ayam yang dihasilkan. Bagaimana dengan telurnya? Sama seperti pada ayam pedaging, yang menghasilkan daging ayam berkualitas, Emil menjamin telur ayam yang dihasilkan oleh induk ayam petelur yang menggunakan probiotik dan herbal dalam pakannya adalah telur yang sehat. Telur ayamnya diklaim tidak ada residu antibiotik, rendah kolesterol, non allergen, dan tidak ada bakteri patogen seperti Salmonella dan E.coli. Jenis bakteri probiotik yang digunakan pada campuran pakan ayamnya ini diantaranya adalah Bacillus laterosporus. Menurut Emil bakteri Bacillus ini dapat diisolasi dari alam seperti ada pada usus manusia, hewan, tanah, dan tanaman. Probiotik ini bersifat transient, non residu dan tidak menyebabkan resistensi. Fungsi pemberiannya adalah dapat memperbaiki saluran pencernaan dan nantinya juga memperbaiki saluran reproduksi, sehingga telur yang dihasilkan sehat. Bacillus laterosporus ini menghasikan senyawa anti mikroba yang menekan pertumbuhan bakteri patogen.

Dengan pola budidaya organik, telur ini juga diklaim tidak mengandung residu antibiotik dan bahan kimia. Telur yang disebut sehat tidak hanya yang ber-omega atau yang mengandung DHA, telur probiotik kini juga mulai meramaikan pasar telur sehat Indonesia, meskipun skala produksinya masih kecil. K-12

Artikel Lainnya