Santap Mewah di Negev Resto



Satu lagi, fine dining resto dengan konsep lifestyle bar hadir di Jakarta. Berlokasi di City Plaza, Jalan Gatot Subroto, Negev resto merupakan proyek baru dari PT Mount Scopus Indonesia –yang lebih dahulu meperkenalkan toko kue berkonsep bintang lima yakni The Harvest.

Sejak dibuka awal Oktober lalu, Negev bisa dibilang menyedot banyak perhatian para penikmat kuliner di Jakarta, karena konsep restorannya yang bisa dibilang berbeda dengan restoran pada umumnya. “Di Negev, tamu tidak hanya disuguhkan makanan, tetapi ambient yang tidak bisa didapatkan di restoran lain,” Jelas Aan S. Rianto, Manager dari Restoran Negev. A supper club ambient kental sekali di restoran ini. Konsep ini menunjukkan bahwa Negev tidak hanya sebagai tempat makan, melainkan sebagai tempat untuk berkumpulnya para sosialita (klub sosial), atau sebagai tempat makan malam bagi orang yang memiliki citarasa tinggi.

Sajian menu bercitarasa European, Mediterania dan Asia disajikan di restoran yang sebagian besar dekorasinya didesain oleh Nyoman Nuarta ini- salah satu seniman kenamaan asal Bali. Sentuhan tangan Nyoman Nuarta apik menghiasi dinding resto. Belum lagi patung pahatannya yang juga banyak dipajang untuk menambah kesan mewah pada restoran yang juga menyajikan  open bar untuk para tamu. Ratusan jenis healthy mocktails, contemporerary cocktail, wine, top of the shelf sprits, dan martini pilihan ditawarkan oleh Negev. “Puluhan wine berkualitas dari daratan Eropa dengan harga bersaing ada disini,” ulas Aan. Gallery Bar yang dirancang apik, membuat para tamu betah berlama-lama di Negev. Kehadiran Mixologist dari Chelsea, yakni Daniel Alexander yang lihai berkreasi, akan menyajikan kocktail inovatif untuk para penggemar minuman.

Menu yang ditawarkan Negev juga tak sembarangan. dengan citarasa tinggi Executive chef Negev Resto menghadirkan menu andalannya. Sentuhan tangan Chef Chandra Yudasswara dalam setiap menu yang ditawarkan menambah keajaiban di dapur Negev. Tengok saja pengalamanya yang lebih dari sepuluh tahun berkutat di kuliner internasional, sebut saja WAFI Dubai, The Ritz Carlton Bahrain, The Fairmont Hotel Dubai dan Grand Hyatt Hotel Jakarta pernah mengapresiasi  kelezatan racikan masakannya. 

Konsep open kitchen juga dihadirkan Negev, karena Negev menjamin kebersihan dan higienitas dari dapurnya. selain itu juga agar para tamu dapat melihat secara langsung proses memasak di dapur Negev.

Restoran yang buka setiap hari pada pukul 11 siang ini menggandeng pesinetron dan selebritas Tamara Bleszynski yang juga turut terjun ke dapur bersama tim kuliner Negev sebagai chef untuk memberikan 'warna' dan sensasi luar biasa dan menambah citarasa di dapur Negev. Jika ingin merasakan kelezatan racikan menu Tamara, cicipi Tamara Bleszynski Style Veal –irisan daging veal dengan pommery mustard, tuna, cepers and anchovy dressing dan Seabass & Orange Clams Bisquee Tamara Bleszynski Style –ikan seabass dengan saus orange. Kisaran harga untuk single menu yang disediakan Negev Rp50 ribu-250rb, Negev juga menyediakan menu untuk berbagi bersama (sharing menu) dengan kisaran harga Rp110 ribu hingga Rp460 ribu.

Dengan kapasitas tempat duduk sekitar 218 kursi, tamu dengan leluasa dapat memilih tempat yang nyaman untuk bersantap. Jika ingin mengadakan meeting, Negev siap melayani. Private room untuk meeting juga disediakan Negev jika tamu menginginkan suasana yang lebih tenang dan personal. fb.yunita



Negev Resto
City Plaza Building - Ground Floor.
Jl. Gatot Subroto No. 42
Ph. +6221 52971333

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...