Hasil-hasil Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan 2011



Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB  pada akhir Nopember lalu menggelar lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan 2011 (LCTIP) yang diikuti oleh para siswa siswi SMU dari berbagai daerah. Semi Final Lomba dilangsungkan di Balairung Abdul Muis Nasution IPB Kampus Darmaga. Semi Final terdiri dari 3 pertandingan, tiap babaknya terdiri babak wajib, babak lemparan, babak rebutan. Juara 1 dari tiap sesi di babak semifinal ini lolos ke babak selanjutnya. Adapun masing-masing juara 2 dari semifinal, akan ditandingkan lagi dalam babak play off untuk memperoleh satu tiket ke babak final. Juri yang berpartisipasi adalah dosen dari departemen ITP IPB yakni Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc, Dr. Ir. Nugraha Edhi Suyatma, DEA, Dr. Ir. Yadi Haryadi, MSc; Dr. Ir. Budi Nurtama, M.Agr, Azis Boing Sitanggang, STP, M.Sc, dan Dr. Fahim Muchammad Taqi, MSc DEA. Sedangkan juri dari pihak mahasiswa  ITP IPB yaitu Stefani Hartono, Yunita Mardhiyah, dan Latifah.

Babak Final terdiri dari babak wajib, babak think fast, babak benar-salah, babak use your imagination, babak rebutan non visual dan babak rebutan visual. Bagan proses adalah babak yang memperkenalkan proses produksi pangan kepada siswa SMA. Think Fast merupakan babak yang mengharuskan siswa SMA menjawab pertanyaan dapat berupa organoleptik atau soal tertulis bergilir dari satu pertanyaan ke pertanyaan selanjutnya sesuai waktu yang ditentukan oleh panitia. Adapun Use Your Imagination, adalah babak dimana apabila peserta dapat menjawab pertanyaan yang diajukan maka gambar akan terlihat semakin jelas dan peserta berkesempatan untuk menebaknya. Pertanyaan rebutan (cepat tepat) adalah babak dimana tiap tim bersaing dalam hal kecepatan dan ketepatan menjawab pertanyaan. Tahap final akan menghasilkan Juara I, Juara II, Juara III ,dan Juara Harapan I.

Lomba tahunan yang digelar untuk yang ke-19 kali tersebut menghasilkan para pemenang yakni Juara I SMA Negeri 2 Bandar Lampung,yang memperoleh piala Juara I LCTIP XIX, piala bergilir Rektor IPB, uang tunai sebesar Rp 4.500.000,00, dan Golden Ticket masuk ke departemen ITP IPB. Juara II yakni SMA Negeri 1 Bogor,  memperoleh piala Juara II LCTIP XIX, uang tunai sebesar Rp 2.500.000,00.  Juara III diraih oleh tim dari SMA Presiden Bekasi, yang memperoleh piala Juara III LCTIP XIX, uang tunai sebesar Rp 1.500.000,00. Juara Harapan I direbut oleh SMA Regina Pacis Bogor, yang memperoleh tuang tunai Rp. 750.000,00. K-08

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...