Daging Ayam dan Telur Tingkatkan Gizi dan Prestasi Anak Bangsa





Produk protein hewani asal unggas, yakni daging dan telur ayam adalah bahan pangan penting bagi kebutuhan mendasar untuk mewujudkan manusia yang berkualitas. Kekurangan protein hewani dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang permanen pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Indonesia yang penduduknya kini mencapai 237 Juta jiwa ternyata konsumsi telur dan daging ayamnya masih rendah dibanding di negara-negara tetangga. Rata rata konsumsi telur nasional 87 butir/ kapita/tahun dan daging ayam 7 kg/kapita/tahun. Bandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia yang mencapai 311 butir/kapita/tahun, dan daging ayam mencapai 36 kg/kapita/tahun.

Tidak banyak yang tahu bahwa telur dan daging ayam merupakan sumber gizi yang penting bagi tubuh karena mengandung zat gizi esensial yang tidak terdapat pada sumber bahan pangan lainnya. Di sisi lain, telur dan daging ayam merupakan sumber protein hewani yang terjangkau harganya, mudah diperoleh dan diolah serta disukai oleh hampir semua golongan masyarakat.

Untuk menyadarkan masyarakat luas akan fakta-fakta tersebut, masyarakat perunggasan Indonesia bergiat menggelar Festival Ayam dan Telur di Jakarta pada akhir pekan lalu, yang dihadiri tidak kurang dari 3000 pengunjung. Festival Ayam dan Telur tersebut merupakan kegiatan dari seluruh stakeholder perunggasan Indonesia, yang terdiri dari asosiasi-asosiasi perunggasan, asosiasi profesi yang terkait, dan akan menjadi langkah awal kegiatan promosi ayam dan telur yang berkesinambungan serta menjadi agenda rutin masyarakat perunggasan Indonesia secara nasional.

Pada pembukaan acara yang berlangsung sehari penuh tersebut,Menteri Pertanian RI Suswono menobatkan Fernando Surya dan Ayu Pratiwi sebagai Duta Ayam dan Telur 2011. K-08

Artikel Lainnya