Akan Digelar, Good Restaurant Practices Award 2012



Budaya keamanan pangan di Indonesia dinilai belum secara maksimal diterapkan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan yang datang dari makanan dirasa belum ada. Berbagai kasus keamanan pangan juga masih sering terjadi di Indonesia. Karena itu, Asosiasi Laboratorium Pangan Indonesia (ALPI) tergerak untuk ikut langsung menginisisasi bergulirnya budaya keamanan pangan di Indonesia, khususnya untuk kalangan industri jasa boga seperti hotel, restoran, dan katering.  Acara yang diberi nama Food Executive Forum : “Good Restaurant Practices Award 2012”, Nurturing the Food Safety Culture in Food Service Industry ini berlangsung di Studio SCTV Senayan City (21/9). Para praktisi industri kuliner seperti para chef, food and beverages manager, hygiene department beberapa hotel, dan berbagai lembaga sertifikasi menghadiri forum ini. 


Food Executive Forum ini merupakan pertemuan pertama dan  ajang perkenalan ALPI dengan para praktisi industri jasa boga di Indonesia. Untuk memacu para praktisi industri kuliner agar menerapkan sistem keamanan pangan, ALPI akan memberikan penghargaan untuk hotel, restoran dan katering dalam ajang Good Restaurant Practices Award 2012. Penganugerahan award  ini akan dilakukan bulan Oktober 2012. 


ALPI mendukung hotel, restoran dan katering yang memenuhi standar Good Restaurant Practices., yang nantinya dijadikan panutan, contoh atau model (Role Model) sebuah restoran yang menerapkan sistem keamanan pangan.  Dengan dukungan dari Pemerintah, lembaga-lembaga sertifikasi, dan berbagai media cetak, ALPI akan terus mengembangkan budaya keamanan pangan.


President Director PT Tuv Nord Indonesia Robert Napitupulu menyarankan agar hotel, restoran, katering, kantin, bahkan usaha jajanan tradisional untuk segera mendaftarkan dirinya ikut dalam ajang bergengsi ini. “ALPI akan menilai sistem keamanan pangan dan budaya keamanan pangan yang diterapkan dalam bisnis jasa boga Anda. Kami akan menilai komitmen Anda terhadap food safety culture dan Good Restaurant Practices,” tutur Robert. Bagi yang ingin mendaftarkan restoran, hotel atau kateringnya untuk mengikuti ajang ini, silakan klik infonya di: www.alpindonesia.org atau kirim email ke: info@alpindonesia.org   ita

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...