USDA Council of Chefs Train the Trainer



Jakarta, 14 September 2011 – USDA Council of Chef (CoC) merupakan kelompok Chef Indonesia dari beragam keahlian kuliner yang dibentuk oleh FAS Jakarta. CoC terdiri dari Chef Edwin Handoyo Lawly (Chef Edwin Lau) di bidang healthy food, Chef Muchtar Alamsyah (Chef Tatang) dibidang hot-food, Chef Ucu Sawitri dibidang pastry dan Chef Haryanto Makmoer dibidang baking.

Serangkaian pelatihan baik di Indonesia dan di luar negeri telah disiapkan bagi ke-empat COC, yang disebut Program Train the Trainer. Program ini merupakan alih pengetahuan tentang ketersediaan dan penggunaan bahan makanan termasuk buah-buahan dari Amerika kepada ke-empat chef tersebut, yang kemudian akan meneruskan pengetahuannya kepasa masyarakat umum, dan industri kuliner Indonesia khususnya melalui presentasi demo masak dan pengembangan resep baru. Pelatihan perdana di Jakarta telah dilaksanakan pada Juli 2011, yang bekerjasama dengan beberapa U.S. Cooperator yang mewakili produk-produk bahan makanan asal Amerika.

Pelatihan kali ini bekerja sama dengan The Darmawangsa Jakarta difokuskan pada kegiatan hot cooking. Chef Andrew Gold dari Institute of Culinary Education (ICE), New York khusus menulis resep-resep makanan yang merupakan perpaduan dari bahan makanan Amerika dengan bahan dan bumbu bercita rasa tradisional Indonesia. Adapun U.S. Cooperator dan produk makanan yang mendukung kegiatan ini adalah : USA Poultry & Egg Export Council (USAPEEC), U.S. Meat Export Federation (USMEF), United States Potato Board (USPB), Washington Apple, Sunkist, Sunsweet, California Grapes, Bard Valley Medjool Fresh Dates, dan Sun Maid Raisins.

Chef Andrew Gold didampingi oleh Chef Jill Sandique yang adalah anggota dari USDA Council of Chef di Philipine, serta pengajar utama (Lead Trainer) di U.S. Culinary Theater Manila. Keduanya pernah bekerjasama untuk program USDA Council of Chef Train the Trainer di Filipina.

Artikel Lainnya

  • Jun 27, 2019

    Kelemahan Asam Lemak Tidak Jenuh

    Selain memiliki banyak kelebihan seperti mampu menurunkan kolesterol dan mengandung omega-3, asam lemak tak jenuh ternyata juga memiliki kekurangan. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap, semakin mudah bereaksi atau berubah minyak tersebut. Namun jika digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang, maka asam lemak tidak jenuh (baik dari minyak penggoreng maupun dari makanan yang digoreng) akan berubah menjadi asam lemak “trans”, gugus peroksida, serta senyawa radikal bebas lainnya. ...

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...