Sup Gurame Segar di Kareueus



Dari sekian banyak restoran di Bogor yang menyajikan menu khas Sunda, ada satu restoran yang patut di coba, yaitu Kareueus (baca: KareÚs). Restoran yang berdiri sejak 2009 akhir dan baru berulang tahun pada 18 Juni 2011, berlokasi di Jalan Siliwangi No, 12 Bogor. Kareueus tersebut diambil dari bahasa Sunda kuno yang berarti kebanggaan. "Kami disini ingin semua tamu yang datang ke restoran kami merasa bangga dengan pelayanan yang ditawarkan oleh semua petugas dan menu-menu yang disajikan," tutur Supervisor Kareueus Adi.

Awal masuk restoran para pengunjung akan mendengar suara alat musik Gong yang dipukul oleh karyawan Kareueus, itu menandakan ucapan selamat datang dari Kareueus. Selain itu, sebelum pengunjung memesan makanan yang disajikan, Kareueus juga memiliki free welcome food yaitu Uyan Goreng yang terbuat dari serutan talas dicampur dengan sedikit terigu lalu di goreng hingga kering dan dicocol dengan sambal.

Kareueus buka dari jam 10 siang hingga jam 10 malam, jika weekend buka hingga jam 11 malam. Khusus hari Jumat para pengunjung dimanjakan dengan alunan live music. Kereueus mempunyai dua cabang yang terletak di Bellanova Sentul. "Kebetulan tidak hanya makanan sunda yang disajikan oleh Kareueus, namun kami juga mempunyai Chinese food," tutut Adi.

Berbagai menu khas Sunda disajikan di kareueus, mulai dari aneka sambal hingga aneka hidangan utama. Terdapat lima macam sambal mulai dari sambal mangga, sambak dadak, sambal goreng, dan sambal goang, hampir 100 menu yang dimiliki Kareueus.

Menu favorit dari Kareueus ini adalah aneka sup ikan seperti sup ikan gurame, dan sup ikan nila seharga Rp. 75.000,- untuk ukuran besar. "Rasa yang dihasilkan dari sup ikan adalah asam pedas, asam tersebut didapatkan dari belimbing wuluh, sedikit mendekati tom-yam," tutur Chef Ubad dari Kareueus. Ada juga ayam bakar Kareueus, dan patin bakar bambu. Keempat menu tersebut yang menjadikan Kareueus menjadi beda dengan restoran khas sunda lainnya. Selain itu Kareueus juga menyediakan tumis kangkung balacan, otak-otak, dan tumis teri asin.

Minuman yang disajikann antara lain es goyobod, dan kelapa Kareueus. Kelapa Kareueus terbuat dari es krim yang dicampur dengan kelapa muda dan di haluskan menjadi satu.

Bahan baku masakan berasal dari supplier yang terpilih, dan resep yang disajikan pun memiliki standar resep yang tidak dapat dirubah untuk menjaga kekonsistenan rasa dari hidangan yang disajikan. Untuk bahan baku ikan pun didapatkan dari supplier, "ikan diterima dari supplier dalam keadaan masih hidup, dan kami disini memiliki kolam penampungan sementara untuk menyimpan ikan tersebut sebelum di olah, semua demi menjaga bahan baku yang dipergunakan selalu segar," tutur Adi.

Untuk menjaga kualitas restoran, Kareueus juga menyerahkan kuisioner kepada para konsumen agar mengisinya. Sedapat mungkin segera diperbaiki jika ada kekurangan yang dirasakan oleh para konsumen. K-14

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...