Mencicipi Nasi Kepal Jepang di Onigiri Futago



"Yang muda yang berkreasi", mungkin kalimat itu pas untuk pengusaha muda yang mendirikan Onigiri Futago, sebuah booth kecil di FX Senayan yang menjual aneka macam Onigiri. Onigiri merupakan nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras dan dimakan tidak dengan menggunakan sumpit.

Futago sendiri artinya kembar dan diambil karena pemiliknya merupakan kembar bersaudara, mereka adalah Yuki Ramadini, Yuka Ramadina, dan Kogi Putratama. Mahasiswa semester 6 disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta yang sekaligus seorang atlet softball dan baseball yang memiliki darah Jepang. Onigiri sendiri sudah diperkenalkan sejak kecil oleh orang tua mereka. Sang ibu yang sering membuat onigiri untuk bekal sekolah menjadikan mereka sangat menyukai onigiri.

Pada awalnya, sang ibu menjual aneka onigiri untuk kebutuhan pasien di Rumah Sakit Pondok Indah, dan mereka bertiga berfikiran untuk menjual onigiri di sekolah, kampus, dan tempat latihan softball di daerah senayan. Namun ternyata onigiri yang dijual sangat banyak peminatnya, walaupun yang membeli masih teman dekat. "Karena mama sudah lama berjualan onigiri di rumah sakit itu, kami pun akhirnya berkeinginan mengapa tidak untuk membuat toko kecil untuk menjual aneka onigiri, kebetulan tempat latihan softball kita dekat di senayan juga, akhirnya kami mencoba membuka di FX Senayan ini," tutur salah seorang pemilik Onigiri Futago Yuki.

Terbentuk pada Mei 2011, Onigiri Futago sudah banyak peminatnya. "Sebenarnya terbentuknya Onigiri Futago ini ditengah-tengah kesibukan kita yang sedang mempersiapkan Sea Games dan Pra-Pon, tapi niat kita sudah bulat untuk mendirikan Onigiri Futago, alhamdulilah sudah tercapai, walaupun masih baru tapi peminatnya sudah banyak," tutur Yuki. Semua karyawan yang bekerja di Onigiri Futago adalah teman-teman dari sang pemilik, "kebetulan yang kerja disini adalah teman-teman kampus kita sendiri, hitung-hitung sambil menambah uang saku,"tutur Yuki.

Onigiri Futago menyediakan aneka macam varian onigiri, seperti salmon, salmon mayonnaise, tuna, tuna mayonnaise, chicken teriyaki, ikan roa, dan spicy roa. Mayonaise yang dipergunakan tidak sembarang mayonaise. Onigiri menyajikan asli dari Jepang. Selain itu, ada juga ocha dan mugi-cha yang merupakan teh gandum dengan aroma kopi, dan setiap weekend ada menu khusus yang disajikan, yakni udong sejenis somay dari Jepang.

Range harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp. 10,000,- hingga Rp. 20.000,- "Dengan range harga yang cukup bersahabat, banyak anak muda yang mampir ke toko kami,"tutur Yuki. Bahan baku yang digunakan diambil dari supermarket yang menjual aneka bahan khas Jepang, "Kebetulan dekat toko kami ada supermarket, jadi kami belanja bahan baku dari supermarket itu, selain dekat jaraknya, kami pun mendapatkan harga khusus karena kami sering berbelanja di supermarket tersebut," tutur Yuki. Untuk lebih memperkenalkan Onigiri Futago ke konsumen, biasanya setiap hari Jumat, para karyawan memberikan free tester untuk para pekerja kantoran yang menggunakan shuttle bus dengan FX Senayan sebagi tempat pemberhentiannya. K-14

Onigiri Futago
Ground Floor FX Senayan
Jakarta, Indonesia

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...