Jakarta Fashion & Food Festival 2010 Transformasi Indonesia dalam Nuansa Global



Kelapa Gading yang berada di wilayah Jakarta Timur oleh pengelolanya, yakni Summarecon Agung, makin diperkuat posisinya sebagai kota sejuta makanan dengan digelarnya perhelatan tahunan Kampoeng Tempo Doeloe dalam rangkaian kegiatan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). Direktur Utama Summarecon Agung Johannes Mardjuki mengatakan, kegiatan JFFF tahun ini menghadirkan aneka kegiatan yang berhubungan dengan kuliner dan fashion dengan tema besar transformasi Indonesia dalam nuansa global. Selain kampoeng tempo doeloe, acara lain yakni pameran keju, Bali Dejavu, program makan berhadiah, fashion extravaganza, fashion village, serta gading nite carnival. Kegiatan itu yakni Kegiatan lain yang digelar yakni pameran keju, Acara yang berlangsung selama 12 hari pada pertengahan Mei tersebut mengangkat konsep kesederhanaan, namun mengandung kkayaan warisan kuliner Indonesia yang sarat akan cita rasa khas. Untuk mewujudkan hal itu, area La Piaza yang berada di dalam Mal Kelapa Gading pun disulap dalam suasana khas jaman dulu. Hal itu dapat dilihat dari adanya miniatur bangunan di jaman kolonial, bangunan Betawi, dan bangunan khas China peranakan.

Aneka mi hadir dalam pameran makanan tempo doeloe ini seperti mi Aceh, Mi Celor, Mi Jawa, Mi Kepiting, dan berbagai menu lain khas daerah di Indonesia. Selain beragam mi, tersedia pula makanan kampung lainnya, yakni ketoprak, kerak telur, rujak beubeuk, tahu gejrot, kue apem dan es goyang. Semua hidangan itu disiapkan oleh tidak kurang dari 50 pedagang kuliner pilihan, dengan transaksi jual beli menggunakan ala jama dulu -yang telah disediakan panitia. Pengunjung harus menukar uangnya terlebih dulu dengan kupon ini sebelum memilih makanan yang diinginkan untuk disantap.

Selain aneka makanan tradisional, kegiatan lain yang digelar pada Jakarta Fashion & Food Festival pada tahun ini adalah pameran keju yang diikuti oleh para produsen dan distributor keju dari dalam dan luar negeri. Mereka yakni Sarana Kulina Intisejahtera, Bukit Baros Cempaka, Fonterra, Mulia Boga Raya, dan Sukanda Jaya. K-08

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...