Tempe, Warisan Budaya dengan Bioteknologi



Tempe sebagai warisan budaya bangsa telah diakui oleh dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Rizal Syarief, Ketua Forum Tempe Indonesia dan juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa waktu lalu dalam Seminar Tempe di Jakarta.

“Hal ini dibuktikan, bahwa dalam bahasa apapun, tempe tetaplah tempe. Dan Indonesia memiliki variasi dan aneka jenis tempe, yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya,” kata Rizal. Lebih lanjut Rizal mengatakan, bahwa proses pengolahan tempe yang melibatkan mikroba seperti Rhizopus dan Aspergillus, merupakan salah satu bentuk bioteknologi tertua.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Made Astawan, ahli gizi dari IPB menyebutkan bahwa tempe dan tahu sebagai makanan berbasis kedelai, memiliki kadar isoflavon yang cukup tinggi. “Bahkan lebih tinggi dibandingkan susu kedelai,” ujar Made. Selain itu, Made menambahkan bahwa adanya fermentasi dapat meningkatkan kualitas protein -sehingga lebih mudah dicerna. “Beberapa jenis vitamin pun akan meningkat jumlahnya,” lanjut Made.

Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, sudah saatnya tempe lebih dimanfaatkan secara optimal. Tempe -dan juga tahu, dapat dikreasikan dalam berbagai jenis masakan secara lezat dan sehat. K-09

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...