Kopi dengan tambahan Flavor Essens



Minuman kopi sekarang makin mudah dijumpai. Diminum di pagi, siang maupun malam hari dalam bentuk panas maupun dingin. Konsumen dapat membelinya di gerai kopi mewah hingga kedai kopi pinggir jalan atau anda dapat menyeduhnya sendiri. Fans berat kopi mungkin juga sudah banyak mencicipi berbagai macam jenis minuman kopi, seperti espresso, cappucino, mochaccino, caffe latte, frapuccino, atau machiato.

Kopi adalah rasa sepenuhnya setelah dipanggang. Kopi murni berkualitas terbuat dari 100 persen biji kopi pilihan tanpa bahan tambahan apapun. Berbeda dengan pecinta kopi yang lebih menyukai kopi dengan cita rasa alami kopi. seseorang yang bukan pecinta kopi tetapi ingin menikmati kopi biasanya, tidak suka dengan rasa kopi dari biji kopi yang hanya dipanggang ini, Menurut Nanda Fitria Marketing & Promotion Manager PT Nutraco Pratama Indonesia, minuman kopi sekarang sudah beragam macamnya. Penambahan flavor juga banyak dilakukan, seperti misalnya kopi bubuk dengan rasa hazelnut, mocca, dan mint yang diproduksi di perusahaannya. Flavor ditambahkan pada saat proses roasting biji kopi. Dengan metode spray, flavor yang berbentuk essens atau minyak ini disemprotkan pada biji kopi yang sedang dipanggang. Tujuan dari penambahan ini kata Nanda, untuk memberikan pilihan bagi orang yang kurang suka dengan cita rasa kopi asli agar tetap menikmati kopi dengan citarasa yang berbeda. Selain itu daya saing yang juga semakin ketat dari para produsen kopi dalam menciptakan kopi dengan berbagai rasa untuk menarik perhatian penikmat kopi. K-12

Artikel Lainnya

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...

  • Mar 14, 2019

    Tip Menghindari Kesalahan dalam Penimbangan

    Pembuatan produk bakeri seperti roti dan pastry harus melibatkan proses perhitungan, penimbangan, dan prosedur baku yang harus diataati dalam tiap tahapannya. Penggunaan bahan-bahan seperti tepung, ragi, gula, dan bahan-bahan lain harus sesuai dengan standar formula yang sudah ditetapkan. Akurasi atau ketelitian diperlukan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan bahan. Berikut beberapa tip untuk menhindari kesalahan penimbangan dalam pembuatan produk bakeri.   ...