Professionality of Nestle Indonesia



Tidak diketahui secara pasti kapan mulanya industri jasa boga berkembang, karena industri ini dapat dilakoni oleh siapapun, dari usaha kecil hingga besar. Mungkin mulanya hanya hobi memasak, tetapi belakangan mungkin ada pasar dan permintaan hingga berkembang menjadi suatu usaha yang serius. Jumlah usaha jasa boga terus meningkat meskipun fluktuatif, karena banyak usaha yang tutup tetapi banyak juga usaha yang buka. Tidak hanya kafe, bar, restoran, makanan cepat saji, tetapi jenis usaha catering-pun diincar untuk dijajaki peruntungannya.

Melihat perkembangan yang seperti itu, Nestle Indonesia secara khusus membuka bisnis baru untuk memenuhi permintaan jasa boga. Dengan nama Nestle Professional, salah satu bisnis unit Nestle Indonesia ini mengakomodir serta mencoba peruntungannya di bisnis food services yang sangat berbeda dengan bisnis consumer good yang selama ini menjadi andalan Nestle Indonesia.” Nestle Professional baru menyediakan hot dan cold beverages saja untuk industri jasa boga” Ujar Nila Hakim Assistant Vice President & Head of Marketing Nestle Professional.

Menurut BIS Shrapnel 2006-2010, perkembangan pasar jasa boga Indonesia dilihat dari per kapitanya sangat kecil bila dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam yaitu sekitar 24,3 USD di tahun 2009. Tetapi dilihat dari market attractiveness ratings (pengamatan dari para investor luar), Indonesia merupakan pasar jasa boga potensial dan masih akan terus berkembang. Industri jasa boga tumbuh sekitar 2009-2011 sebesar 8-10% (Euromonitor 2008). Indonesia merupakan pasar food services terbesar di ASEAN, dilihat dari total pasar food & beverages yang nilainya mencapai 4 triliun USD, bila dibandingkan dengan negara ASEAN lain. Menurut Nila, nilai ini dianggap masih kecil karena dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih banyak bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain. Sedangkan total pasar beverages di ASEAN, Indonesia menempati

posisi kedua setelah Malaysia dengan nilai 480 miliar USD.
Berdasarkan data konsumsi Nestle Professional yang diperoleh dari Euromonitor 2008 dan BIS Shrapnel 2006-2010, konsumen sebanyak 64% lebih banyak menikmati beverages di Full Services Restaurant (FSR) seperti Solaria, restoran sederhana, mister baso dan lainnya -yang menyediakan banyak menu dan membayar setelah makan-. Sedangkan hanya 3% konsumen yang membeli dan minum di QSF (quick services restaurant-dengan list menu yang tidak banyak, membayar terlebih dahulu baru kemudian makan) seperti di resto-resto cepat saji. Data lain menunjukkan ada sekitar 23% orang yang menikmatinya di cafe dan bar, 6% di pinggir jalan, 1% di sekolah, hotel, dan kantor-kantor.

Nestle Professional berkomitmen untuk menjadi partner bisnis bagi yang sifatnya B2B business, memberikan solusi untuk para pebisnis jasa boga profesional untuk beverages. Dengan menyediakan produk dan meminjamkan mesin vendingnya (free on loan), Nestle Professional menyediakan solusi penyediaan minuman cepat bergizi dengan tidak mengacuhkan keamanan pangan hot and cold beverages yang disediakannya. Dengan sumber daya yang mumpuni, regular hygine training untuk kostumer, on site machine and product audit, machine preventive maintenance, dan bacterial analysis monitoring secara kontinyu dilakukan untuk tetap menjaga kualitas produk yang akan dijual. K-12

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...