Stay Fit with Goat Milk



Kawasan Ciwidey yang terletak di dataran tinggi kabupaten Bandung lebih dikenal sebagai daerah penghasil susu sapi. Namun ada satu lagi spesies hewan ternak penghasil susu yang terlewatkan bahkan bisa dibilang terpinggirkan. Dialah kambing perah yang sebenarnya memiliki potensi bagus menghasilkan susu yang baik untuk kesehatan.

Haji Odang Gandasomantri, salah satu pemilik peternakan kambing perah di Ciwidey menyadari betul potensi susu kambing ini. Didukung oleh lingkungan yang terletak di dataran tinggi dengan udara yang lebih segar, H. Odang membudidayakan peternakan kambing perah jenis Peranakan Ettawa atau lebih dikenal dengan sebutan kambing PE. Jenis unggul yang menghasilkan kualitas susu di atas rata-rata, bebas timbal dan higienis.

Susu yang dihasilkan berasal dari kambing perah sehat yang diberi pakan berkualitas secara teratur. Proses pemerahan dilakukan secara teratur 2X sehari dengan memperhatikan aspek-aspek sanitasi dan higienis.

Air setetes rusak susu sebelanga

Tampaknya bukan sekedar peribahasa bagi Haji Odang yang sudah malang melintang di dunia peternakan kambing perah dan langganan menjadi juara nasional berbagai kontes hewan ternak ini menuturkan bahwa faktor sanitasi dan hygiene mutlak dijaga agar jangan sampai susu tercampur air ataupun bahan lain walau hanya setetes, karena akan berakibat pada rusaknya kandungan gizi susu kambing.

Pemerahan susu dilakukan dengan cara yang sangat higienis dan sangat memperhatikan kebersihan kandang, peralatan perah dan kesehatan orang yang memerahnya. Pengemasan dilakukan segera setelah susu diperah dengan takaran 200 ml per kemasan. Selanjutnya susu kambing disimpan dalam freezer dengan suhu dibawah titik beku sehingga susu tetap segar dan tahan lama disimpan selama 10-12 minggu. Ciri susu kambing yang baik adalah terlihat berwarna putih kekuningan (menandakan kandungan kalsium tinggi), mudah cair dalam suhu ruang, aroma susu tercium dengan rasa sedikit manis dan gurih, bau khas kambing pun tidak tercium menyengat.

Kolostrum kambing, favorit sang diva

Seperti halnya manusia, air susu induk kambing yang habis melahirkan menghasilkan kolostrum yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasar pada penelitian ilmiah, kolostrum susu kambing ditengarai mengandung transfer factor (TF) yang merupakan molekul halus yang dihasilkan pada tiga hari awal menyusui. TF berperan antara lain dapat meningkatkan aktifitas sel NK (natural killer) sebanyak 200-400%. Sel NK merupakan pembasmi sel-sel yang terinfeksi penyakit.

Harga kolostrum susu kambing mencapai ratusan ribu rupiah untuk 1 liternya. Kolostrum ini sangat laris dipesan beberapa perusahaan kosmetik dan salon kecantikan ternama langganan para artis untuk mempercantik penampilan mereka. Kandungan fluorin yang lebih besar dari sapi bermanfaat menyembuhkan reaksi-reaksi alergi pada kulit. Sedangkan tingkat keasaman yang menyerupai kulit berfaedah melembabkan dan menghaluskan kulit. Tak heran setelah sampai di salon kecantikan harga produk perawatan yang menggunakan kolostrum kambing bisa mencapai jutaan rupiah. Evi

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...