Maraknya Bisnis Susu & Yoghurt Kambing



Meskipun tidak sepopuler susu sapi, susu kambing sekarang mudah dijumpai di toko-toko. Tidak hanya susu segarnya, produk produk yang bisa langsung dikonsumsi pun sekarang juga tersedia, di antaranya susu kambing pasteurisasi dan yoghurt pasteurisasi. Inovasi produk olahan susu kambing ini memberikan berbagai pilihan produk pada konsumen tanpa mengurangi manfaatnya.
Sifat susu kambing dan susu sapi sedikit berbeda. Susu kambing tidak mengandung aglutinin dan memiliki globula lemak yang berukuran lebih kecil daripada globula lemak susu sapi.

Kadar lemak susu kambing didominasi oleh asam lemak rantai pendek (short chained triglycerides - SCT) dan asam lemak rantai sedang (medium chained triglycerides - MCT), sementara susu sapi kaya dengan asam lemak rantai panjang (long chained triglycerides - LCT). Tubuh menerima SCT dan MCT lima kali lebih cepat dan lebih sempurna dibandingkan LCT, sehingga sangat bermanfaat untuk penderita gizi kurang atau orang-orang yang bermasalah dengan pencernaan, dan mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah.

Kadar laktosa susu kambing sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi. Laktosa yang lebih rendah dan kemudahan untuk dicerna membuat susu kambing dapat meminimalkan gangguan pencernaan pada penderita loctose intolerance.

Bermula dari mencari obat untuk kesembuhan suaminya, Meilindawaty memulai bisnis susu kambing ini di tahun 2000. Dimulai dengan bisnis kambing perahnya di tahun 1996, Linda sapaan akrabnya merambah ke bisnis pengolahan. Dengan nama CV Heliconia, Linda terus membesarkan bisnis susu kambingnya ke bisnis pengolahan pasteurisasi dan yoghurt susu kambing. Bekerjasama dengan peternakan kambing perah An Nur, pasokan susu sebanyak 10 liter tiap harinya untuk produksi didatangkan dari sana.

Tidak main-main dengan usaha yang digelutinya, Linda menggali ilmu dari berbagai sumber. Mulai dari awal pemrosesan hingga pendistribusian dia pelajari. “Sama sekali tidak ada latar belakang sedikitpun di dunia perkambingan ini, maka siapapun yang mengerti tentang susu kambing pasti saya datangi,” ujar Linda.

Seperti halnya susu sapi, susu kambing juga merupakan sumber protein bermutu tinggi. Perbedaannya, susu kambing mengandung protein kasein penyebab alergi dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi.

Kandungan beberapa vitamin dalam mineral susu kambing lebih tinggi dari susu sapi. Susu kambing kaya riboflavin, kalsium, potasium (natrium), fosfor dan fluorin. Fluorin bersifat anti mikroba, sehingga keberadaannya membantu untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen di dalam saluran pencernaan. Keberadaan fluorin menyebabkan PH nya lebih tinggi sehingga baik untuk (menetralisir asam lambung yang berlebih pada penderita maag)

Sedikit membagi ilmunya, Elies Lasmini, S.Pt., M.Si sebagai QA dari CV Heliconia menceritakan proses pengolahan yoghurt kambing di CV-nya yang telah bersertifikasi HACCP, Halal, dan bernomor-MD ini. Mulai dari pemilihan suplier yang juga bersertifikasi Halal, susu yang datang dalam bentuk frozen ini selalu dicek kondisinya.

Setelah proses thawing, susu diperiksa secara organoleptik dan uji alkohol jika memenuhi standar, susu digunakan untuk produksi. Selanjutnya yaitu proses pemanasan selama 15-30 menit pada suhu 99oC, kemudian didinginkan hingga suhu susu mencapai 45oC, dan inokulasi (panambahan starter) bakteri Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus sebanyak 3-5%, dengan perbandingan 1:1. Kemudian dikemas, dan difermentasi selama 4-6 jam pada suhu 43oC atau 12-24 jam pada suhu kamar (26-27oC). Fermentasi selesai, yoghurt disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam, dan didistribusikan dalam suhu yang terawasi (4oC) dengan menggunakan cooler.

Dengan merek Laban untuk yoghurtnya dan Labana untuk susu pasteurisasinya, CV Heliconia memasarkan produknya masih secara terbatas. “Langganan tetap kami orang-orang Departemen Pertanian, kami jual di Pasar Tani Departemen Pertanian, pameran – pameran seperti Agrinex dan Agrofood, ibu-ibu pengajian atau sesuai dengan pesanan jika ada yang memesan,” tambah Elies. Harga yang ditawarkan juga tidak main-main, susu kambing pasteurisasi dengan ukuran 175 CC dijual dengan harga Rp. 15.000,- dan Rp. 17.500,- untuk yoghurt kambingnya. Harga ini dinilai sebanding dengan manfaat kesehatan luar biasa yang didapat dari mengonsumsi susu kambing secara teratur.

Menurut Elies, peluang usaha susu kambing dan produk olahannnya seperti yoghurt ini masih terbuka lebar. Dengan sosialisasi bahwa susu kambing merupakan sumber gizi untuk pemenuhan tubuh, dan juga minuman fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan.
K-12

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...