Pengembangan Dadih untuk Skala Industri



Oleh Slamet Budijanto

Dibandingkan dengan yoghurt keberadaan dadih relatif belum dikenal masyarakat. Hal ini kemungkinan karena adanya anggapan bahwa dadih harus terbuat dari susu kerbau di dalam bambu, sehingga sulit untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Dadih memiliki tekstur padat, dengan kadar keasaman (pH) sekitar 3,4. Karakteristik dadih susu kerbau adalah sebagai berikut: kadar air (84,35%), protein (5,93%), lemak (5,42%), karbohidrat (3,34%). Komposisi gizi akan sangat tergantung dari kualitas susu yang digunakan.

Perbedaan yang menyolok antara dadih dengan yoghurt terletak pada konsistensi atau teksturnya. Yoghurt pada umumya bersifat slurry (seperti pasta) atau padatan lunak, sedangkan dadih lebih keras, dan lebih kering.

Saat ini pengolahan dadih masih dikerjakan oleh industri rumah tangga pangan (IRTP). Penyebarannya juga masih sangat terbatas yaitu di propinsi Sumatera Barat terutama di daerah Bukit Tinggi dan Payakumbuh dan di propinsi Riau. Belum berkembangnya industri pengolahan dadih di Indonesia kemungkinan dikarenakan beberapa faktor antara lain: (i) bahan baku susu kerbau, (ii) penggunaan bambu dan (iii) tidak tersedianya kultur untuk starter dadih.
Berbeda dengan di Indonesia yang perkembangannya sangat lambat, bahkan tidak berkembang, ternyata dadih telah menarik minat peneliti Jepang. Dengan berbekal dukungan dari peneliti Universitas dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah, pada tahun 2002 telah tersedia produk dadih komersial di Kochi Jepang dengan nama yoghurt dadih. Perjalanan sampai munculnya produk komersial tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang mulai dari isolasi, identifikasi dan akhirnya pengembangan starter yang berujung pada komersialisasi dadih. Banyak peneliti Indonesia yang terlibat pada penelitian dadih di Jepang. Berbeda dengan di daerah asalnya dadih produksi Jepang tidak menggunakan susu kerbau dan bambu akan tetapi menggunakan susu sapi dan cup plastik yang cantik dan tentu saja menggunakan starter yang terkontrol.

Dadih mengandung bakteri asam laktat yang telah diidentifikasi termasuk golongan probiotik. Dengan mulai timbulnya kesadaran masyarakat akan manfaat susu fermentasi terutama yang mengandung probiotik, maka industri dadih di Indonesia mempunyai peluang yang baik untuk dikembangkan.

Walaupun telah banyak penelitian yang dilakukan tentang bakteri asam laktat yang ada di dadih, sampai saat ini belum ada ketersediaan starter dadih di pasar. Dan ini yang menjadi titik lemah pada industri fermentasi susu di Indonesia tidak hanya dadih tapi juga industri yoghurt. Pada industri yoghurt skala menengah besar starter bakteri asam laktat masih dimpor dari Eropa.

Strategi pengembangan industri dadih harus dimulai dari penguasaan teknologi pembuatan strater dadih. Dengan tersedianya starter yang konsisten, industri dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten. Hal ini sangat penting pada industri pangan. Hal lain yang perlu diperhatikan, harus berani melanggar image bahwa dadih harus dibuat dari susu kerbau di dalam bambu. Peneliti dari Pusat Bioteknologi Universitas Riau melaporkan dadih bisa dibuat dengan susu kerbau di dalam wadah plastik dengan penambahan starter dari luar. Dari dadih yang dihasilkan tidak berbeda, hanya aromanya lebih disukai yang difermentasi di bambu. Produk dadih komersial di Jepang yaitu yoghurt dadih dibuat dari susu sapi dan dikemas dalam kemasan cup plastik 100 ml.

Dr. Slamet Budijanto Peneliti SEAFAST Center dan Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA IPB

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...