Karakter Bahan Baku Susu dari Berbagai Sumber



 

Selain susu sapi, masih ada jenis susu lain yang juga bermanfaat untuk tubuh.

Jika bicara berdasarkan sumbernya, selain susu yang berasal dari sapi, juga ada susu dari hewan menyusui lain seperti kerbau, kambing, domba, keledai, unta dan kuda. Masing-masing tipe susu ini punya karakteristik tersendiri. Nah, apa saja yang membedakannya? Simak info berikut ini.

Susu Sapi
Susu ini pastinya lebih familiar di telinga konsumen, karena memang, sapi perah merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dibandingkan ternak perah lainnya.

Komposisi gizi: Susu sapi mengandung asam lemak omega-3 (alfa linolenic acid/ALA) dan omega-6 (linoleic acis/LA). ALA dan LA adalah asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh, sehingga mutlak harus diperoleh dari makanan. Di dalam tubuh, ALA akan disintesis menjadi omega 3 lainnya yaitu asam DHA dan EPA. Sementara itu LA disintesis menjadi omega 6 yakni AA. AA dan DHA berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak dan proses penglihatan.

Protein dalam susu sapi juga sangat penting dalam proses pembentukan otot. Dan kalsium dalam susu penting bagi proses pembentukan tulang agar tulang tidak lekas mengalami pengeroposan.

Cita rasa: Susu sapi terasa manis disebabkan oleh kandungan laktosa, dan rasa asin berasal dari kandungan klorida, sitrat, dan garam-garam mineral yang ada di dalamnya.

Susu Kambing
Meski susu kambing mulai populer di Indonesia, namun penyediaannya belum sebanyak susu sapi. Jika pada sapi perah dikenal keturunan Holstein sebagai penghasil susu utama, di keluarga kambing yang terkenal sebagai penghasil susu adalah jenis Saanen. Jenis-jenis kambing penghasil susu lainnya, ada Nubian (penghasil sedikit susu dengan kadar lemak tinggi), Ettawa, Toggenburg, LaMancha, Oberhasli, dan Alpine.

Komposisi gizi: Susu kambing mengandung kadar laktosa yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi. Kondisi ini sangat baik bagi orang yang mengalami lactose intolerance (alergi susu akibat kurangnya enzim sehingga penyerapan laktosa tidak berjalan sempurna).

Susu kambing mengandung asam lemak berantai pendek dan sedang, hal ini membuat lemak susu kambing lebih mudah dicerna tubuh untuk menghasilkan energi sehingga tidak tertimbun sebagai lemak atau kolesterol. Hanya saja kandungan asam folat dan vitamin B12 pada susu kambing cukup rendah.

Cita rasa: Bau dan rasa susu kambing murni sangat spesifik yaitu sedikit berbau kambing. Ada kalanya bau agak tajam karena pengaruh pakan. Susu kambing murni rasanya, sedikit manis dan berlemak.

Susu Unta
Unta berpunuk satu sudah dikembangbiakkan di daerah Selatan Arab Saudi sejak 3000 SM untuk dimanfaatkan daging dan susunya.

Komposisi gizi: Kandungan protein dan komposisi asam lemaknya yang unik, membuat susu unta tidak menggumpal ketika diasamkan. Itu sebabnya susu unta tidak bisa dijadikan keju. Dibandingkan dengan susu sapi, susu unta mengandung lebih sedikit lemak dan laktosa, sementara kandungan potasium, zat besi, dan vitamin C-nya lebih tinggi. Selain itu, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa susu unta mengandung kolesterol 40% lebih rendah dari susu sapi. Soal kandungan mineral, susu unta boleh dibanggakan, karena sodium dan magnesiumnya cukup tinggi. Vitamin A, B2, asam folat, dan asam pantolenat pada susu unta terdeteksi lebih sedikit jumlahnya dibandingkan susu sapi.

Cita rasa: Susu unta biasanya memiliki rasa manis dan tajam, tetapi ada juga susu unta yang terasa asin dan berair (tidak pekat).

Kualitas susu unta ini dipengaruhi oleh jumlah anak unta, usia, lamanya unta menyusui anaknya, kualitas pakan, dan jumlah air yang tersedia.

Susu Kuda
Selain populer di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, susu kuda liar juga dikembangbiakkan di Sukabumi, Jawa Barat.

Komposisi gizi: Susu ini lebih dikenal karena khasiatnya sebagai obat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dan menstimulasi pembersihan organ dalam tubuh. Kuda yang diperah susunya adalah kuda yang hidup bebas mencari makanannya sendiri. Susu kuda mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan susu sapi (44 Kalori per 100 gram). Lemak dari susu kuda kebanyakan lemak tak jenuh (polyunsaturated). Asam lemak rantai pendek ini membuat susu kuda mudah diserap tubuh.

Kandungan laktosa susu kuda lebih banyak daripada susu sapi. Hal ini perlu menjadi perhatian pada orang-orang yang intoleran terhadap laktosa.

Cita rasa: Susu kuda terasa gurih dan creamy. Warnanya putih kekuningan dan biasanya dijual dalam bentuk segar maupun sudah diolah.

Susu Kerbau
Susu kerbau hanya dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia, antara lain di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumbawa dan beberapa daerah lainnya.

Komposisi gizi: Kandungan laktosa, lemak, protein, kolesterol, dan asam lemak jenuh pada susu kerbau terhitung lebih banyak dibanding susu sapi. Bahkan, kandungan lemaknya dua kali lebih banyak daripada susu sapi.

Susu kerbau mudah dikenali dari warnanya yang putih bersih. Bahkan, lebih putih dari susu sapi. Warna putih ini disebabkan oleh sedikitnya kandungan pigmen karoten kuning yang biasanya merupakan tanda adanya kandungan vitamin A. Susu kerbau mengandung sedikit air, itu sebabnya susu ini mudah diolah secara variatif menjadi mentega, keju, susu kental manis, es krim, dan yoghurt. Karena teksturnya lebih pekat daripada susu sapi, susu kerbau menjadi lebih hemat ketika diolah.
Cita rasa: Lebih halus dan tidak meninggalkan jejak rasa asam.

Susu Domba
Komposisi gizi: Sama seperti halnya susu kambing, susu domba memiliki molekul lemak kecil, sehingga lebih mudah dicerna ketimbang susu sapi. Susu domba juga bisa menjadi susu pengganti bagi mereka yang alergi terhadap susu sapi atau susu kambing. Kandungan mineral, seperti kalsium, fosfor, seng, dan vitamin B kompleksnya mencapai dua kali lipat susu sapi. Sayangnya, kandungan lemak jenuhnya sangat tinggi.

Cita rasa: Pekat (kental) dan rasanya agak manis.

Susu Keledai
Komposisi gizi: Susu kedelai yang berwarna putih bersih, dianggap sebagai obat terbaik oleh masyarakat Yunani. Kadar asam lemak, mineral, serta vitamin A, B, C, D, dan E-nya sangat tinggi. Itu sebabnya susu ini bisa mencegah penuaan, mampu meregenerasi kulit, dan menjaga kelembaban kulit.

Cita rasa: Karena mengandung sedikit lemak, susu ini lebih encer dari susu sapi. Mel

 

 

 

 

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...