Munas Ikaboga ke-5



IKABOGA gelar Munas ke-V yang diselenggarakan pada 21 Juli 2011 di Hotel Gren Alia Cikini. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini dihadiri oleh berbagai pelaku usaha jasa boga di seluruh Indonesia dan dihadiri oleh Ketua Umum IKABOGA Zaurah Nafsian, S.E, Pembina IKABOGA DR. Dewi Motik Pramono, M.Si, Sosialisasi Ormit sebagai mitra Dirjen Paudni Drs. Yusuf Muhyidin,M.Pd, serta Ahli Kulinologi Dr. Hindah J. Muaris.

Pada saat Munas ke IV IKABOGA yang dilaksanakan pada 26 Juni 2006 telah merumuskan berbagai program kerja dan mengamanatkan kepada pengurus baru periode 2006-2011 untuk melaksanakan program-program tersebut. Sebagai landasan berpijak, pengurus kembali kepada tujuan utama IKABOGA oleh para pendahulunya yaitu menghimpun ahli boga Indonesia agar dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas dan gizi makanan olahan, peningkatan sumber daya manusia dibidang usaha boga dan peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan sumber daya ekonomi rumah tangga sampai dengan ekonomi skala besar.

Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah IKABOGA Indonesia sudah melaksanakan upaya-upaya untuk mencapai tujuan yang sangat mulia dalam usaha jasa boga? Pertanyaan tersebu, menjadi inspirasi dalam menjalani program 2006-2011 agar dapat berkontribusi lebih banyak dalam berbagai potensi dibidang usaha jasa boga.

Di bidang boga, Indonesia memiliki beraneka ragam resep masakan yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Aneka resep tersebut sudah teruji oleh waktu dan mampu bertahan ratusan tahun dikarenakan citarasa yang dihasilkan. Namun, suatu saat bisa saja makanan tersebut sudah tidak dikenal lagi karena tidak diminati oleh konsumen dikarenakan pelaku usaha boga dengan alasan tertentu, misalnya karena ingin praktis atau mencari keuntungan mengurangi kualitas sehingga citarasanya merusak konsumen. Oleh karena itu, tugas pertama para ahli boga Indonesia adalah melestarikan resep masakan peninggalan nenek moyang.

Disamping itu, selera manusia terus berkembang hingga diperlukan variasi dan pengembangan baru didalam resep masakan Indonesia. Adakalanya kombinasi yang tidak lazim di jaman dahulu namun pada saat ini menjadi tren di dunia boga. Sehingga yang menjadi tugas kedua para ahli boga Indonesia adalah mengembangkan aneka masakan Indonesia sehingga dapat mengikuti perkembangan selera masyarakat modern.

IKABOGA memiliki kewajiban menjadi sebuah organisasi yang menyatakan dirinya sebagai organisasi para ahli boga Indonesia untuk mengembangkan dan melestarikan aneka macam masakan Indonesia. K-14

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...