Burger Terbesar Pecahkan Rekor MURI



Burger Terbesar Pecahkan Rekor MURI



Jakarta, 23 Juli 2011 -The Food Hall Menggelar even pembuatan burger terbesar di Indonesia bertajuk “Indonesia Biggest Burger, Breaking MURI Record” yang akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia. Pembuatan burger yang dilaksanakan di Grand Indonesia ini, dilakukan oleh Tim Kitchen The FoodHall yang dipimpin oleh Guest Chef, George lee.

Burger dipilih karena menu tersebut masuk sebagai menu favorit, baik di Negara-negara Barat maupun di Indonesia. Jenis makanan yang tersaji cukup lengkap ini mengandung karbohidrat, protein, serat, dan mineral, mudah dibuat dan mengeyangkan. Burger juga dinilai dapat menggambarkan The Foodhall secara umum sebagai supermarket yang menyajikan produk segar, sehat, lengkap, dan semakin mudah dijangkau.

Burger dibuat berdiameter kurang lebih 1 meter, dan tinggi 50 cm. Menurut pihak MURI, rekor pembuatan burger ini belum pernah ada di Indonesia. “Pada dasarnya The FoodHall ingin melakukan sesuatu yang sifatnya fun dan penuh tantangan, mengingat burger bukanlah basic staple dari penduduk Indonesia, namun melalui The FoodHall bisa melakukannya,” ujar Budi Susanto Tamawidjaya, GM marketing The FoodHall.

Acara ini dimeriahkan juga dengan lomba makan burger terbanyak dalam 15 menit untuk dewasa, dan lomba kreasi burger untuk anak, dengan juri lomba yakni Mr. Dennis Voboril dari Departemen Pertanian Amerika (USDA) dan Sexy Chef Vindy Lee yang mendemokan resep andalannya.

Artikel Lainnya

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...

  • Jan 17, 2019

    Cara Mencegah Chilling Injuries pada Buah

    Chilling injuries merupakan luka atau kerusakan yang disebabkan pendinginan sehingga menurunkan mutu buah. Kerusakan yang terjadi dapat berupa timbulnya bintik-bintik pada permukaan, pencokelatan, pelunakan tekstur dan pematangan yang tidak normal. Terjadinya chilling injuries tidak hanya disebabkan oleh besarnya suhu yang digunakan, namun juga lama paparan suhu tersebut terhadap produk. Beberapa buah tahan terhadap pendinginan dengan waktu yang pendek (Aked, 2002). Pada chilling injuries, jika buah atau sayur telah mengalami kerusakan maka akan lebih rentan mengalami kebusukan. Hal ini salah satunya karena kontaminasi bakteri Alternaria sp., yaitu mikrobia yang tidak tumbuh pada jaringan sehat, tetapi berkembang pada jaringan yang lemah akibat kerusakan suhu rendah. ...