Peringati Sumpah Palapa Gajah Mada, Hotel Acacia Gelar The Excotic of Java







Setelah sukses dengan gelaran Nusantara Foods Promotion, Sundanese dan Betawian foods promotion, Promenade Café Hotel Acacia Jakarta mengadakan promosi The Exotic Of Java Selama 6 – 30 Juli 2011 ini. The Exotic Of Java merupakan kegiatan promosi yang memperkenalkan, tradisi, seni, budaya, dan cita rasa Jawa Tengah – Jawa Timur.  

Kegiatan promosi The Exotic of Java antara lain Javanese Foods Promotion menyediakan prasmanan untuk makan siang dan malam di Promenade Café lantai dasar. Para tamu dapat menikmati hidangan khas secara prasmanan sepuasnya dari berbagai kota  khusus provinsi Jawa Tengah – Jawa Timur. Hidangan yang ditawarkan yakni rujak cingur, tempe mendoan, tracam, urapan, lontong balap, pelas udang, buntil, tahu guling, dan lainnya. Varian supnya ada rawon ala Surabaya, soto ayam Ambengan, soto Kudus, soto sokaraja, dan masih ada yang lainnya.  

Hidangan utama yang tak kalah menarik yakni sate Tegal, ayam bakar kalasan, sambal goreng tahu krecek, mi goreng Jawa, ayam ingkung, dendeng ragi, tongseng kambing, mangut lele,  masak nus [cumi], ayam penyet, sate sapi bumbu rempah, dan masih banyak yang lainnya. ADa pula aneka krupuk, sambal dan lalapan juga disediakan.  

Untuk melengkapi Javanese Foods Promotion, disediakan berbagai hidangan penutup atau cuci mulut / jajanan pasar ala Jawa Tengah – Jawa Timur.  

Acara tematik yang secara rutin digelar oleh hotel yang terletak di kawasan Kramat Raya Jakarta ini dibuka tiap Senin – Jum’at pada jam makan siang pada 11.30 – 14.30, makan malam 18.00 – 10.30 WIB. Khusus Sabtu, Minggu dan hari libur nasional dapat disediakan melalui pesanan minimum 30 pax, pemesanan minimum 2 hari sebelumnya.  

Peresmian The Exotic of Java oleh Entertainment Manager The Acacia Jakarta pada 6 Juli lalu, dengan hiburan tari – tarian pembuka khas Jawa yaitu Gambyong dan Golek Cluntang. Dalam peresmian itu, iringan musik atau gending Jawa memenuhi ruang lobi, Promenade Café dan Fountain Bar.  

Yang istimewanya,  selain tatanan ruang dihias dengan berbagai pernak – pernik Jawa, ada replica Bima Sena, Jamu Gendong bahkan bola raksasa peta dunia menggambarkan Gatot Kaca turun ke bumi terbuat dari mentega mengiasi restaurant dan lobi hotelnya.  
 
Promosi The Exotic Of Java digelar dengan mengingat sejarah penting yaitu peluncuran satelit palapa yang diperingati setiap 9 Juli. Sejarah palapa berawal dari Sumpah Palapa. Sumpah Palapa merupakan ikrar / janji Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit di Pulau Jawa. Pada masa perjuangannya beliau bertekad untuk tidak makan rempah – rempah atau kenikmatan duniawi sebelum dapat mempersatukan / menaklukkan nusantara.   @andangsetiadi

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...