Tahun ke-5 Agrinex Expo



Memasuki tahun ke-5, Agrinex Expo kembali digelar. Selama bertahun-tahun penyelenggaraannya, Agrinex menjadi bukti kebersamaan stake holder agribisnis Indonesia. Dengan konsep ABGC (Academic Business, Government dan Community) Agrinex akan diselenggarakan pada 4-6 Maret 2011 di Jakarta Convention Center. Bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, IPB dan Koperasi Indonesia, Performax juga menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kemernterian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, juga dari keterwakilam para peserta yaitu pelaku usaha, BUMN juga media massa.

Tema Agrinex 2011 adalah “Agribusiness for Prosperity.” Terasa tepat di tengah menurunnya produksi pangan karena pengaruh iklim ekstrim. Melalui Agrinex, masyarakat diajak untuk memahami bahwa agribisnis bukan saja memberi makanan sehat dan biodiversity, tetapi uga ramah lingkungan dan memberi lapangan kerja yang luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

Agrinex juga akan menyelenggarakan berbagai talkshow yang akan dimotori oleh beberapa Kementerian Republik Indonesia. Seperti misalnya talkshow tentang herbal yang digagas oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, kemudian seminar mengenai diversifikasi pangan oleh Kementerian koordinator kesejahteraan Rakyat. Beberapa workshop juga digelar oleh Kementerian Pertanian, IPB menggelar pertemuan dengan 3 Pemda Provinsi yang mengembangkan agribisnis, sedangkan masih dalam perencanaan akan diselenggarakan temu UKM agribisnis dengan Menteri UKM.

Agrinex Expo merupakan wajah agribisnis Indonesia yang telah merebut perhatian masyarakat, media massa yang makin gencar memberitakan berbagai hal seputar agribisnis, juga mencari dukungan luas pemerintah. Kehadiran Presiden RI, Wakil Presiden RI, Para Menteri dan Dirjen di lokasi even. Agrinex bahkan menjadi sasaran kunjungan pelaku usaha dari berbagai Negara.

Sejak diselenggaraknnya di tahun 2007, Agrinex Expo selalu menyajikan porsi pameran dan edukasi yang saling melengkapi. Puluhan talkshow dan demo akan selalu ada termasuk nanti di Agrinex Expo 2011. Agrinex Expo 2011 berbagai materi talkshow dan demo untuk pengembangan agribisnis yang mensejahterakan petani.

Kembali tampil yakni Rumah Horti, termasuk contoh pekarangan dengan tanaman pangan ada didalamnya. Demo dan tips bisnis hortilkultura akan tampil di Panggung 3 Prefunction Asembly. Talkshow dan demo peserta expo non horti dan non diversifikasi pangan akan tampil di Panggung 2 di Asembly Hall. Sedangkan seminar dan bisnis gathering oleh beberapa Kementerian dan IPB akan tampil di Panggung 1 Merak Room setelah pembukaan sampai dengan menjelang penutupan Agrinex Expo.

Kesertaan perusahaan PKBL, BUMN dan perusahaan besar lainnya yang menghadirkan UKM Agribisnis dari berbagai lokasi produksi juga mendorong perkembangan agribisnis Indonesia, karena mereka bisa belajar dari sesama peserta serta kesempatan mengikuti berbagai perbincangan dan demo dari 3 panggung di Agrinex adalah kesempatan UKM dari daerah untuk mngembangkan kualitas produk dan usahanya.

Sistem subsidi silang antara UKM dan NGO juga diberlakukan pada expo ini. UKM hanya membayar 50% dari NGO, Litbang dan PTN hanya membayar 33% dari harga normal stand dan akan terus dipertahankan agar agribisnis berkembang di semua level usaha. Harapan lain dari penyelenggaraan Agrinex adalah agar agribisnis Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri di tengah krisis pangan dunia akibat iklim ekstrim.

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...