Benarkah Camilan Bikin Gemuk?





Makanan ringan atau yang biasa kita sebut kudapan atau snack adalah makanan yang dikonsumsi disela-sela waktu makan utama. Ketika rasa pingin mengunyah tiba, biasanya yang terbayang adalah menyantap snack favorit, sehingga timbul anggapan bahwa snack terkadang hanya menawarkan kenikmatan sesaat dan justru menyebabkan kelebihan kalori di kemudian hari.  

Beberapa orang dewasa yang sedang melakukan program diet untuk mengurangi berat badan, seringkali menjauhi kebiasaan snacking ini. Tidak sedikit pula orang tua yang beranggapan bahwa snack kurang baik dan tidak sehat, karena tidak memiliki nilai gizi yang cukup, bisa membuat kegemukan dan bisa mengurangi porsi makan makanan utama anak-anak, sehingga asupan gizi
yang seharusnya didapat dari makanan utama seperti nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah, dapat tergantikan oleh snack tersebut. Benarkah anggapan tersebut?

Ahli gizi dan health coach Emilia Achmadi, M.Sc, dalam sebuah obrolan ringan bersama Unilever dalam Food Editor Club di Jakarta belum lama ini. menjelaskan duduk persoalan tentang snack ini. Menurutnya, snacking tetap bisa dikonsumsi orang dewasa maupun anak-anak. Syaratnya,harus dipilih jenis snack yang tepat, sehingga jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tetap terjaga.Persoalannya, bagaimana memilih snack yang baik dan tepat?  

"Snack tersebut harus mengandung gizi seimbang, yakni mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Kandungan gula juga perlu diperhatikan agar jangan berlebih," jelas Emilia.Sementara itu, snack yang ideal untuk anak-anak adalah yang mencakup beberapa hal, yakni porsi yang terkontrol, mengandung zat gizi dan tetap menarik dan menyenangkan bagi anak-anak, baik dari segi penampilan maupun rasa.  

Saat ini banyak pilihan snack di pasaran. Orang tua harus mampu memilih snack yang tepat, khususnya snack untuk anak-anak harus memenuhi tiga unsur tersebut di atas, karena tidak semua snack baik untuk dikonsumsi. Beberapa pilihan snack yang baik dan tepat seperti : buah-buahan segar, biskuit,makanan ringan berbasis protein seperti yogurt, makanan ringan berbasis susu seperti es krim yang memperhatikan kebutuhan anak-anak atau mengandung gizi tertentu, misalnya kalsium. K-08

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...