Cicip gorengan ala katsusei



Katsusei adalah restoran katsu waralaba dari Jepang, tepatnya di kota yang bernama Utsunomiya, ibu kota dari Tochigi.

Katsu atau kependekan dari katsuretsu merupakan makanan bertabur remah roti (panko) yang digoreng membungkus irisan daging tanpa tulang. “Katsu sendiri berarti sesuatu yang digoreng, dan sei mempunyai arti kemakmuran, sehingga Katsusei diartikan sebagai gorengan yang membuat makmur”, tutur Eva Kolorosa Promotion Katsusei Indonesia.

Bermacam-macam jenis daging dapat dijadikan katsu, baik daging merah, daging putih atau sea food. Katsusei mengimpor beberapa bahan baku langsung dari Jepang, seperti Scallop dari Hokkaido dan Oyster (tiram) dari Yokohama. Bahkan panko (remah roti), soyu (kecap asin), ponzu sauce, goma (wijen warna emas) juga diimpor dari Jepang, guna mendapatkan standar kualitas produk terbaik.

Katsusei Indonesia hadir pertama kali di Grand Indonesia bulan Desember 2008. Dengan menawarkan original taste from Japan diharapkan dapat memenuhi keinginan pecinta katsu di Jakarta. Seiring dengan bertambahnya jumlah peminat, maka dibuka outlet yang ke-2 di Plaza Indonesia.

Konsep yang ditawarkan Katsusei Indonesia adalah dengan menyajikan the real katsu from Japan with modern Japanese design. Design interior restonya cukup unik, mangkuk-mangkuk kecil khas negeri Jepang menghiasi dinding, juga kayu dan bambu yang didekor sebagai penyekat antar tempat duduk. “Memang kami ambil franchise dari Jepang, tapi dari segi interior resto dapat disesuaikan dengan selera Indonesia, sedangkan untuk bahan baku utama yang digunakan harus menggunakan bahan langsung dari Jepang”, tutur Eva.

Keunikan Katsusei dihadirkan dalam tata caranya menikmati katsu, pertama-tama akan disajikan goma (wijen berwarna emas ) yang akan digerus oleh tamu sendiri yang kemudian ditambahkan dengan katsu sauce untuk dimakan bersama katsu yang disajikan.

Beberapa menu andalannya antara lain Beef katsu-nabe Set, Shrimp fry Set dan Beef Mix Platter untuk paket sharing. Tidak ketinggalan juga Wanpaku Set untuk anak-anak. Selain menu andalan, disediakan juga katsu non halal, yang pengolahannya dipisahkan tersendiri. Dengan harga mulai dari Rp120.000 per set sudah bisa menikmati katsu asli Jepang.

Proses pengolahan, daging dipanko terlebih dahulu dengan fresh bread crumbs dan digoreng menggunakan minyak jagung murni (corn oil) yang menyehatkan sehingga menghasilkan rasa crunchy, tidak beraroma dan tidak mengubah rasa asli. Untuk menjaga konsistensi rasa yang di hasilkan, Chef Katsusei dari Jepang secara rutin datang ke Indonesia untuk melakukan pengecekan demi rasa asli Jepang yang murni. K-14

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...